Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Syarfi Motivasi Ratusan Pelajar Muhammadiyah Terkait Substansi Berdemokrasi

M.Syarfi Hutauruk berikan pemahaman 4 pilar kebangsaan dalam sosialisasi yang dilaksanakan di Perguruan Muhammadiyah Sibolga

Sibolga | Anggota komisi VIII DPR RI, Hj. Delmeria Sikumbang menggelar sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Yayasan Perguruan Muhammadiyah Kota Sibolga, Jl Sutan Bungaran pada Kamis (15/09/2022). Sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber Hj..Delmeria Sikumbang, dan tokoh nasional dan juga Walikota Sibolga periode 2010-2015 dan 2016-2021, Drs. H.M.Syarfi Hutauruk, MM.

Syarfi dalam paparannya menjelaskan bahwa pondasi keutuhan bangsa dan negara terletak pada 4 pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bineka Tunggal Ika. Satu saja dari 4 pilar tersebut lemah maka integrasi bangsa akan terancam. 

Belakangan ini, lanjut Syarfi. Banyak pihak yang ingin membenturkan agama dengan negara. Pembenturan itu diwujudkan dalam isu isu sensitif seperti kriminalisasi ulama, kadrud, kelompok radikal dan lain sebagainya. Padahal, antara agama dan negara seiring sejalan dalam mewujudkan kehidupan bangsa yang adil dan sejahtera. Bahkan, seluruh aturan dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia diambil dari nilai-nilai agama yang termaktub dalam kitab suci.

Ia pun meminta peserta sosialisasi untuk tidak mudah terpancing isu-isu sensitif yang dimainkan sejumlah oknum untuk membenturkan agama dengan negara.

Anggota DPR RI periode 2004-2009 ini juga mengulas hakikat berdemokrasi. Kedaulatan rakyat yang pengejewantahannya melalui Pemilu sering disalah artikan oleh sejumlah elit politik dan oknum masyarakat. Sejatinya, penyelenggaraan pemilu harus berlandaskan  pada azas pemilu yang langsung, umum, bebas dan rahasia (luber) serta jujur dan adil. Namun, sejarah mencatatkan sejumlah sistem pemilu Indonesia mengalami pergeseran nilai dan makna. Di zaman orde lama, pemilu hanya terjadi satu kali pada tahun 1955. Dan dimasa orde baru, pemilu hanya prosedural, dan dewasa ini pemilu menjadi transaksional. Padahal pemilu haruslah substansial yaitu pemilu yang didalamnya terlihat kedaulatan rakyat yang kuat, tanpa intimidasi dan iming-iming.

Foto bersama M.Syarfi Hutauruk dengan civitas akademika Perguruan Muhammadiyah Sibolga

"Jika demikian (substansional) yang terjadi, maka muara dari pemilu itu akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas dan berintegritas serta memenuhi amanat penderitaan rakyat", papar Syarfi Hutauruk.

Sebelumnya, Sabrun Jamil Sibagariang, kepala SMA Muhammadiyah 13 Kota Sibolga mengapresiasi anggota komisi VIII DPR RI Hj Delmeria yang menghunjuk Perguruan Muhammadiyah menjadi tempat pelaksanaan sosialisasi 4 pilar kabangsaan tahun 2022. Sosialisasi tersebut menjadi peluang bagi para pelajar dan tenaga pendidik untuk mengetahui lebih dalam tentang esensi berbangsa dan bernegara melalui pemahaman 4 pilar kebangsaan.

"Apalagi, paparan 4 pilar kebangsaan itu disampaikan oleh pakarnya yang juga tokoh nasional dari Kota Sibolga Bapak Syarfi Hutauruk, sehingga materi sosialisasi tersebut lebih mendalam dan disampaikan dengan dialetikal khas Kota Sibolga," ujar Sabrun.

Sosialisasi 4 pilar kebangsaan ini diikuti oleh 200-an peserta terdiri tenaga pendidik dan non kependidikan perguruan Muhammadiyah Kota Sibolga serta pelajar SMA/SMK, SMP/MTs Muhammadiyah se-Kota Sibolga. Turur hadir kepala SMK Muhammadiyah 13 Kota Sibolga Sabrun Jamil Sibagariang, Kepala SMA Muhammadiyah 15 Kota Sibolga Lelawati Sigalingging dan kepala MTs Muhammadiyah 04 Kota Sibolga, M.Syairun Silitonga.

Posting Komentar

0 Komentar