Malam Ini, GOR Pandan Kembali Dipadati Pengungsi, Umumnya Dipicu oleh Trauma Bencana Sebelumnya

SW25
0
GOR Pandan kembali dipadati pengungsi dari berbagai titik banjir di Tapteng


PANDAN - Bencana banjir dan longsor yang kembali melanda Kab. Tapteng sekitarnya pada Senin (16/2/2026) telah meningkatkan arus pengungsi di posko-posko pengungsian yang dibuka kembali oleh pemerintah daerah setempat.


GOR Pandan, menjadi salah satu posko pengungsian yang malam ini dipadati para penyintas dari berbagai titik bencana, diantaranya dari komplek Perumahan Pandan Asri Tukka, Sibuluan Nauli Pandan, Perdagangan Lubuk Tukko dan Jalan Baru Tukka.


Rerata para warga yang memilih "mengasingkan" diri dan keluarganya ke GOR Pandan dipicu oleh banjir yang mulai menggenangi rumah-rumah yang mereka tempati.


Lailin (58), Warga Pandan Asri Tukka kepada limakabar menuturkan, saat meninggalkan rumah, kondisi air sungai yang persis berada didepan kediamannya telah meluber ke jalan.


Beranjak dari pengalaman bencana pada 25 November 2025 dan 11 Februari 2026 lalu, naiknya air ke badan jalan merupakan sinyal kalau ketinggian air akan terus bertambah hingga ke pemukiman. 


Khawatir tidak bisa menyelamatkan diri, Lailin dan keluarganya memilih mengungsi secara mandiri ke GOR Pandan.


"Kemarin itu kan begini juga hujannya, jadi kita trauma, Nak. Takutnya gak sempat mengungsi karena air terus naik, jadi kami mengungsi lebih awal," katanya.


Senada dengan Lailin, Nurnima Telaumbanua (42) warga yang sama juga mengungkapkan ke khawatiran yang sama.


Janda beranak empat ini, menyebut pada bencana besar tahun lalu, ia dan anak-anaknya terpaksa bertahan diatap rumah karena ketinggian air yang luar biasa.


Tak ingin kepanikan yang sama terulang kembali, ia memboyong tiga orang anaknya untuk mengungsi.


"Satu anak saya tetap tinggal di rumah untuk memantau keadaan sekaligus menjaga rumah. Karena takut kita, kalau rumah benar-benar-benar kosong, masuk pencuri," ungkapnya dengan ekspresi wajah penuh khawatir.


Cerita yang diungkapkan Delima Naibaho (45) warga Sibuluan Nauli Lingkungan I lain lagi.


Perempuan paruh baya ini mengaku mengungsi sendiri ke GOR l, sedangkan para tetangganya memilih rumah ibadah sebagai tempat penyintasan sementara.


Delima menyebut, sebelum ke GOR, ia meninggalkan keadaan di rumahnya tergenang air akibat hujan yang tidak berhenti sejak Senin siang (16/2)


"Rumah kami itu gak jauh dari pinggir sungai, jadi kalau hujan kayak gini (seperti hari ini) otomatis banjir lagi," ujarnya.


Suka duka sebagai penyintas juga diungkapkan pasangan suami istri Lenni Simamora (39) dan Johandri Tambunan (38).


Warga Sigotom Tukka ini menceritakan, keduanya beserta anak-anak terpaksa mengungsi karena ketinggian air di Sigotom  hampir 1 meter.


Keadaan ini menimbulkan rasa trauma akibat bencana besar di bulan November tahun lalu yang memaksa keduanya terjebak di atap rumah karena terlambat mengungsikan diri.


Kini, saban hujan yang berujung banjir, pasangan suami istri ini memilih mengungsi ke GOR Pandan.


"Banjir tanggal sebelas itu kami mengungsi ke sini. Dan sekarang pun kami mengungsi juga," ungkapnya seraya menjelaskan keluarganya dievakuasi ke GOR Pandan oleh tim penyelamat Pemkab Tapteng menggunakan truk Satpol PP.


Dapur umum yang dikelola oleh Dinas Sosial Pemkab Tapteng saat menyiapkan sajian makan malam untuk penyintas di GOR Pandan


Dari data pengungsi di GOR Pandan, per 16 Februari 2026, pukul 21.44 WIB, sebanyak 117 jiwa telah tiba di GOR Pandan untuk mengungsi.


Para penyintas ini ada yang datang secara mandiri namun ada juga yang tiba dibawa truk evakuasi Pemkab Tapteng.


Gelombang kedatangan pengungsi ke GOR Pandan, kemungkinan akan terus bertambah mengingat hingga berita ini dikabarkan hujan belum terlihat tanda tanda akan berhenti.


Amatan limakabar.com, setiap para penyintas yang datang diberikan makan malam dan diperiksa kesehatannya oleh tim medis dari Dinkes Tapteng yang standby dilokasi 24 jam.


"Sejauh ini sudah 26 orang yang kami periksa dan obati karena sakit. Keluhannya rata-rata demam dan batuk," ucap tim medis tanpa bersedia menyebutkan namanya.


"Tulis aja dari Dinkes Tapteng, Bang," ucapnya.


Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)