Kedatangan keduanya turut didampingi oleh Kabaintelkam Komjen Pol Yuda Gustawan, Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi Komjen Pol Mohammad Fadil Imran, anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi NasDem Rajiv, Kapoldasu Irjen Pol Whisnu Hermawan Febrianto, Gubsu Bobby Nasution dan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu.
Di Huntara, Baik Titiek Soeharto maupun Kapolri, langsung menyapa ratusan penyintas yang telah menunggu kehadiran keduanya sejak pagi.
Titiek Soeharto yang merupakan putri Presiden RI ke-2 Soeharto, terlihat melayani keinginan setiap warga penyintas yang ingin bersalaman dan berswafoto.
Keduanya juga meninjau hunian sementara yang disiapkan di Asrama Haji Pinangsori, yang saat ini telah didiami warga pengungsi dari Kecamatan Badiri, Kab. Tapanuli Tengah.
Baik Polri maupun Komisi IV DPR RI, juga menyerahkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak bencana di Tapteng berupa pakaian, obat-obatan, kebutuhan pangan dan perlengkapan belajar.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyebut, kehadiran Polri dan Komisi IV DPR RI ke Tapteng adalah dalam rangka melanjutkan kegiatan Bakti Sosial Polri pada korban bencana alam di tiga provinsi yakni Aceh, Sumut dan Sumbar.
Sebelumnya, Sabtu (14/2) di Medan, Kapolri dan rombongan telah melepas bantuan yang sama sebanyak 22 truk bagi korban bencana khususnya yang berada di Aceh dan Medan.
"Dan hari ini kami melanjutkan membagikan bantuan sosial, ada kurang lebih 16 truk, yang kami salurkan baik di huntara ini maupun di wilayah lain di Tapteng ini," kata Kapolri.
Terkait banjir susulan yang terjadi pada Rabu (11/2/2026) lalu, Kapolri menyebut telah memerintahkan jajarannya untuk bergerak cepat, agar permasalahan yang timbul akibat banjir susulan tersebut segera teratasi.
"Tentunya juga kita mendapatkan informasi adanya hujan, kemudian terjadi banjir, kita perintahkan kepada seluruh anggota untuk bergerak cepat, sehingga permasalah-permasalahan yang terjadi setelah bencana bisa diatasi," ujarnya.
"Kita bersama-sama berdoa agar bencana ini segera bisa tertanggulangi," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto mengaku berbahagia bisa berkunjung ke Tapanuli Tengah untuk bertemu langsung dengan warga korban bencana banjir dan longsor.
Titiek menyampaikan rasa keprihatinan dan duka cita yang mendalam atas musibah banjir dan longsor yang melanda Tapteng pada 25 November 2026 lalu.
Ia berharap, masyarakat Tapteng tetap kuat lahir dan batin dalam menghadapi cobaan dan bencana serupa tidak pernah terjadi lagi di Tapanuli Tengah.
"Kami dari DPR mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada pemerintah, yang segera membantu dan mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat disini, utamanya dibangun disini, direnovasi asrama haji menjadi huntara. Mudah-mudahan ini bisa membantu, sedikit meringankan beban mereka," ucapnya.
Politikus Partai Gerindra ini pun mengapresiasi kesiagapan Polri yang hadir membantu di daerah sejak hari pertama bencana terjadi.
Tidak hanya hadir membantu berupa tenaga, Polri juga hadir langsung membantu mendistribusikan sejumlah bantuan mulai dari pangan, peralatan dan perlengkapan sekolah, perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan serta menyediakan fasilitas Water Treatment Mobile untuk menyediakan air bersih bagi warga terdampak bencana.
Water Treatmen Mobile sendiri adalah sistem pengolahan air keruh, sungai, laut dan air payau menjadi air bersih atau air minum portable yang terpasang pada kendaraan sehingga mudah dipindahkan ke berbagai lokasi, terutama untuk daerah bencana atau krisis air.
"Terimakasih kepada aparat TNI, terutama Polri yang saya lihat dari hari pertama sudah turun untuk membantu masyarakat," ucapnya dan pungkasnya.



