PANDAN - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah mulai menyalurkan bantuan pangan berupa beras sebanyak 1.394,7 ton, untuk alokasi bulan Juli sampai dengan September 2026, di Kantor Camat Pandan, pada Senin (31/8/2026)
Penyaluran bantuan ini ditandai dengan penyerahan paket bantuan secara simbolis kepada warga yang berhak menerimanya, oleh Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, dan dilaksanakan secara serentak selama lima hari kerja di seluruh kecamatan se-Kab. Tapanuli Tengah.
Bantuan ini sendiri merupakan program pemerintah pusat melalui program Presiden yang bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangannya sekaligus meringankan beban pengeluaran masyarakat penerima manfaat.
Dalam sambutannya, Masinton Pasaribu mengingatkan pentingnya akurasi data penerima agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Politisi PDI Perjuangan ini pun memerintahkan agar seluruh aparat pemerintahan di desa/ kelurahan untuk terus memperbaharui data calon penerima bila ditemukan kesalahan pendataan ditingkat bawah.
Menurut Masinton, Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) harus terus diperbaharui agar penyaluran bantuan dapat dilakukan tepat sasaran.
"Kalau ada kesalahan pendataan ditingkat bawah, segera diperbaiki, sehingga bantuan yang diberikan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan," katanya.
Terkait pemutakhiran data tersebut, Masinton berharap dapat dilakukan secara berkala minimal setiap tiga hingga empat bulan. Hal ini penting mengikuti perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat Tapteng khususnya pasca bencana.
Sosok yang kerap di sapa MP ini juga menyoroti ketimpangan sosial yang kerap terjadi dalam pendistribusian bantuan pemerintah dimasa lalu. Ia berharap, penetapan penerima bantuan harus dilakukan secara adil dan tidak berdasarkan hubungan keluarga, kerabat aparatur pemerintah, politik dan RAS.
"Tidak boleh ada pilih kasih. Jangan karena keluarga, perangkat, suku atau karena pilihan politik. Yang harus menjadi prioritas adalah masyarakat yang memang menjadi korban dan terdampak, terutama mereka yang paling membutuhkan," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Sibolga, Muhammad Bagus Aminullah menjelaskan bahwa sat ini stok beras di gudangnya tersedia lebih dari 4.500 ton, untuk mendukung berbagai penugasan pemerintah termasuk penyaluran bantuan pangan di Tapteng.
Pihaknya berkomitmen terus menjaga kualitas dan kuantitas bantuan hingga tetap layak dikonsumsi oleh masyarakat.
Ia pun menghimbau, bagi masyarakat yang menerima beras bantuan dalam keadaan rusak atau jumlah tidak sesuai dengan ketentuan, dapat melapor melalui pemerintahan desa/ kelurhan untuk ditindaklanjuti oleh pihak Bulog.
"Bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat. Karena itu, mari kita pastikan bantuan diterima oleh mereka yang benar-benar berhak. Dan bantuan pangan ini jangan diperjualbelikan," pungkasnya.
Berdasarkan data DTSN, penerima manfaat bantuan pangan hari itu berjumlah 46.490 PBP (penerima bantuan pangan), yang tersebar di 215 desa/kelurahan se-Kabupaten Tapanuli Tengah.
Besaran bantuan yang diterima oleh setiap PBP adalah 10 kilogram beras/ bulannya sehingga masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebanyak 30 kg masing-masing untuk bulan Juli s/d September 2026.
--Samsul Pasaribu--

