![]() |
| Informasi terkait gempa di website BMKG |
Gempa yang belakang diketahui berpusat di Kabupaten Simalungun, dengan kedalaman 163 Km tersebut, memaksa warga keluar dari dalam rumahnya masing-masing.
Terdengar teriakan warga "gempa-gempa" sembari berlari ke lokasi yang aman sambil membawa serta anggota keluarganya.
"Kuat juga bah," kata ibu paruh baya di perumahan Pandan Elok.
Warga lainnya, yang enggan dituliskan namanya mengaku terkejut dengan gempa yang terjadi pada pukul 17.54 WIB tersebut.
Pasalnya, hari ini dirinya terus mengikuti pemberitaan melalui televisi terkait gempa disertai tsunami yang terjadi di Flores Nusa Tenggara Timur.
"Kaget Bang, soalnya tadi pagi kan 7,7 di NTT, sekarang malah terjadi disini," ucapnya dengan ekspresi wajah cemas.
Beruntung, getaran gempa yang terjadi beberapa detik itu, tidak mengakibatkan kerusakan bangunan dan korban jiwa.
Meski demikian, BMKG sendiri menetapkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan menghimbau agar warga tetap waspada dengan segala kemungkinan gempa susulan.
Penulis: Samsul Pasaribu.

