Dipimpin oleh Wakil Kepala Pusat Kesehatan (Wakapuskes) TNI, Laksma TNI Tjahja Nurrobi, sebanyak 1.200 bibit mangrove ditanam secara bersama-sama oleh seratusan orang yang terlibat yang terdiri dari unsur TNI, delegasi PP 2026, mahasiswa, pelajar dan GABEMA.
Kapuskes TNI, Laksma TNI Tjahja Nurrobi, didampingi Dansatgas PP 26, Kolonel Laut (K) Hisnindarsyah dan Danlanal Sibolga Letkol Laut (P) Haka Andinantha, mengatakan giat penanaman mangrove hari itu adalah bagian dari latihan bersama Pacific Partnership 2026 dan sejalan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia yang jatuh pada tanggal 26 Juli 2026.
Penanaman mangrove merupakan satu dari sejumlah program penting yang telah disiapkan jauh sebelum kegiatan Pacific Partnership dibuka pada 21 Juli 2026 lalu.
Mangrove adalah tanaman pesisir pantai/ laut yang memiliki fungsi sangat penting dalam mencegah rusaknya lingkungan akibat abrasi/ gelombang pasang.
![]() |
| Wadansatgas Pacific Partnership 2026/ Danlanal Sibolga Letkol Laut (P) Haka Andinantha (kanan) bersama-sama dengan peserta lainnya menanam mangrove di kawasan hutan mangrove Muara Siput Tapteng |
Selain itu, proses penanaman yang dilakukan secara bersama-sama tidak semata dimaksudkan untuk mengefesiensikan waktu tetapi juga sebagai simbol sinergi dan kolaborasi.
"Secara simbolis, mangrove ini adalah simbol dari persaudaraan, kolaborasi, kerjasama antara Indonesia dan Amerika, dalam hal ini adalah US Navy dan beberapa negara yang tergabung dalam partner nation," katanya.
Ia pun berharap, bibit mangrove yang telah ditanam hari itu dapat tumbuh dengan baik serta dijaga dan dipelihara agar tidak rusak dikemudian hari.
"Dengan tumbuhnya mangrove ini maka kebersamaan kita, kolaborasi ini tetap terjaga," ujarnya.
Terpisah, Danlanal Sibolga, Letkol Laut (P) Haka Andinantha, mengungkapkan rasa syukurnya karena giat tanam mangrove hari itu berjalan sukses dan lancar.
Ia pun berterimakasih atas dukungan semua pihak baik dari unsur TNI, Polri, pelajar, mahasiswa dan ormas GABEMA, sehingga acara terselenggara sebagaimana yang diharapkan.
"Syukur alhamdulillah, cuaca cerah, kegiatan pun berjalan dengan lancar. Semoga kolaborasi seperti ini tetap terjaga dengan baik dimasa yang akan datang," pungkasnya.
![]() |
| Militer Amerika Serikat turut menanam mangrove di kawasan hutan mangrove Muara Siput Tapanuli Tangah |
Untuk diketahui, Latma Pacific Partnership pertama terselenggara pada tahun 2004 yang dipicu oleh solidaritas internasional akibat bencana tsunami di Aceh.
Sejak itu, Indonesia tercatat telah menjadi tuan rumah dari kegiatan ini sebanyak 8 kali.
Awalnya, Latma Pacific Partnership ini terencana dilaksanakan di Sibolga/ Tapteng pada tahun 2020. Hanya saja akibat pandemi Covid-19, kegiatan berskala internasional ini baru bisa dilaksanakan pada tahun ini.



