KOTA SIBOLGA - Kurnia Lestari Nainggolan (20), warga Kelurahan Hajoran, Kecamatan Pandan, Kabuapten Tapanuli Tengah, didiagnosa menderita leukimia, dan harus segera mendapatkan perawatan lanjutan di RSU Adam Malik Medan.
Sayangnya, untuk mendapatkan perawatan intensif kedepan, Kurnia kekurangan biaya karena penyakit yang ia derita tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Demikian diterangkan oleh tokoh masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah, H.M. Jamil Zeb Tumori, setelah menerima keluhan warga Tapteng tersebut di kediamannya, Jalan Sisingamangaraja Sibolga, pada Minggu (15/3/2026).
Jamil mengungkapkan, didampingi oleh keluarganya, pada Minggu pagi Kurnia mengeluhkan kendala yang ia hadapi untuk dapat melanjutkan pengobatannya di RSU Adam Malik Medan.
Sebagaimana dituturkan oleh Kurnia, dokter yang merawatnya di Medan (dr. Andri Iskandar), jenis penyakit yang ia derita yakni Leukimia tipe typing, tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan, sehingga ia dan keluarganya harus menyiapkan biayanya secara mandiri.
Pasalnya, untuk bisa mendapatkan layanan kesehatan, keluarga besar Kurnia harus menyiapkan biaya yang tidak sedikit. Sementara, latar belakang keluarganya yang hanya nelayan bagan panjang di Hajoran, tidak akan mampu membiaya perobatan tersebut.
"Jadi mereka datang ke rumah untuk minta tolong untuk bisa dibantu di fasilitasi agar Kurnia segera mendapatkan biaya perobatannya dan secepatnya pula mendapat penanganan medis di RSU Adam Malik Medan," kata Jamil.
Pimpinan DRPD Kota Sibolga ini, mengungkapkan ia dan keluarganya akan memberikan bantuan dan dukungan agar harapan Kurnia segera berobat bisa terwujud.
Dan Jamil juga mengetuk hati sanubari para dermawan dan orang-orang baik untuk bisa turut serta mengulurkan tangannya (bantuannya) agar kebutuhan biaya perobatan Kurnia bisa tercukupi.
Secara khusus, Jamil meminta perhatian dan dukungan dari seluruh anggota DPRD Tapteng dan juga Dinas Kesehatan Pemkab Tapteng, agar kondisi kesehatan Kurnia saat ini bisa menjadi perhatian serius.
"Adik kita inikan warga Tapteng, maka sudah sepatutnya pula mendapatkan perhatian serius dan Dinas Kesehatan Pemkab Tapteng, termasuk dari seluruh anggota DPRD Tapteng. Ayo sama-sama kita bergotong-royong membantu dan meringankan kebutuhan Kurnia," ajaknya.
Lebih jauh Jamil juga mempertanyakan kebijakan BPJS Kesehatan yang mengkategorikan penyakit yang diderita Kurnia tidak dalam tanggungan BPJS Kesehatan.
Ia meminta agar BPJS Kesehatan memberikan penjelasan terkait hal ini, karena sepengetahuannya penyakit jenis Leukimia ini dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
"Mohon kepada pihak BPJS Kesehatan, agar menjelaskan ini. Kenapa bagian tindakan medis ini menjadi umum, harus menjadi tanggungjawab pasien," pungkasnya.

