Banjir Susulan, Akses ke Hutanabolon Sementara Hanya Bisa Dilewati Sepeda Motor

SW25
0
Bupati Tapteng Masinton Pasaribu bersama warga Tukka disituasi banjir susulan yang melanda daerah tersebut

TAPTENG - Banjir susulan melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, pada Rabu (11/2/2026)

Banjir dipicu curah hujan ekstrime yang turun pada pukul 17.00 WIB, dan dalam waktu singkat menggenangi sejumlah titik di Tapteng.

Kecamatan Tukka, menjadi titik terparah bencana banjir susulan ini.

Tanggul darurat yang dibangun pemerintah setempat jebol dan mengakibatkan air meluber hingga ke pemukiman warga.

Kondisi diperparah lagi oleh material banjir seperti gelondongan kayu yang menutup alur sungai, tepatnya di jembatan Hutanabolon Lingkungan IV, yang mengakibatkan aliran arus sungai berbelok membentuk jalurnya sendiri melalui rumah-rumah warga.

Aparat pemerintahan Kab. Tapteng dibantu warga, saling bahu membahu mengevaluasi warga yang tertahan di rumahnya karena derasnya arus.

Bupati Tapteng sendiri, Masinton Pasaribu terlihat turun langsung ke titik bencana untuk meninjau dan membantu mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman.

Diketahui, ketinggian air pada banjir susulan ini bervariasi, mulai dari kisaran 60 cm sampai dengan 1,2 meter.

Titik dengan kedalaman air maksimal terjadi di Kelurahan Bonalumban, Kelurahan Tukka dan Hutanabolon.

Selain tanggul darurat yang jebol, sejumlah infrastruktur seperti jalan, sekolah dan fasilitas publik lainnya kembali tertimbun material banjir.

Bahkan rumah-rumah warga yang sebelumnya telah dibersihkan, kembali tertimbun lumpur dan tumpukan kayu.

Sementara ini, akses menuju Desa Hutanabolon, Sigiring-giring dan Sait Kalangan II tidak bisa dilewati kendaraan roda empat.

Ruas jalan utama menuju Desa Hutanabolon amblas, dan hanya bisa dilalui oleh sepeda motor.

Badan jalan menuju Desa Hutanabolon amblas dan tidak dapat dilalui kecuali dengan berjalan kaki dan kendaraan roda dua

Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu mengkonfirmasi kebenaran peristiwa ini.

Ia menjelaskan, pada Rabu sore (11/2) terjadi perubahan cuaca yang amat ekstrim yang mengakibatkan hujan yang amat lebah mulai dari hulu hingga hilir.

Cuaca yang sebelumnya cerah dan panas, mendadak berubah pada pukul 17.00.WIB. Hujan dengan intensitas tinggi ini mengakibatkan banjir susulan dan merusak infrastruktur darurat banjir yang dibangun oleh Pemkab Tapteng.

Pihaknya telah melakukan evakuasi warga ke lokasi aman dan menghimbau agar warga sementara waktu kembali ke posko posko pengungsian hingga keadaan benar-benar aman.

"Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, masyarakat juga sudah kita evakuasi dan menghimbau masyarakat agar menyelamatkan diri, menghindari daerah-daerah banjir dan mewaspadai adanya potensi longsor," kata Masinton.

Tags

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)