PP Perti dan Ormas Islam lainnya Bahas Board of Peace Bersama Presiden Prabowo di Istana

SW25
0
Ketum PP Perti Buya M. Syarfi Hutauruk (paling kanan) bersama pimpinan ormas Islam lainnya saat diundang Presiden Prabowo ke Istana Negara

JAKARTA - Presiden Prabowo mengundang sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan keagamaan ke Istana Negara, pada Selasa (3/2/2026)

Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk menyampaikan sikap pemerintah pasca memilih bergabung dalam Badan Perdamaian (Board of Peace) besutan Presiden AS, Donald Trump.

Hadir dalam pertemuan itu, antara lain, Ketua Umum MUI Anwar Iskandar, Ketua ICMI Arif Satria, Presiden Syarikat Islam Hamdan Zoelva dan Ketua Umum Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) M. Syarfi Hutauruk.

Berikutnya, terlihat pula hadir Ketua Umum PBNU Yahya Cholil, Sekjend PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti dan Ketua PP Muslimat NU Arifah Choiri Fauzi.

Pasca bertemu Presiden, seluruh organisasi kemasyarakatan keagamaan menyatakan persetujuannya terhadap keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace tersebut.

Ketua Umum Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) M. Syarfi Hutauruk, menjelaskan semula ormas Islam di Indonesia memiliki pandangan masing-masing terhadap keterlibatan Indonesia didalam Board of Peace.

Namun, setelah mendengar paparan langsung dari Presiden Prabowo alasan dibalik keikutsertaan tersebut, seluruh ormas Islam yang ikut serta dalam pertemuan di Istana hari itu telah satu suara.

"Kita (organisasi kemasyarakatan keagamaan) bersama-sama dengan pemerintah sepakat mendukung bahwa langkah tersebut dilakukan untuk mewujudkan kemerdekaan di Palestina," kata Syarfi Hutauruk.

Kesepakatan tersebut tercapai, lanjut Syarfi, setelah Presiden Prabowo berjanji akan keluar dari Board of Peace jika tidak sesuai dengan nilai yang dijunjung Indonesia.

Sejumlah pimpinan ormas Islam dan Menteri Agama Nasaruddin Umar menggelar konferensi pers pasca pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ia menjelaskan, Perti memberikan dukungan selama langkah bergabung di BoP membawa kemaslahatan bagi Palestina, bangsa dan negara.

"Tentu saja (mendukung), karena Perti ini hadir dan berkontribusi untuk bangsa semata-mata demi kemaslahatan," katanya menjawab alasan dibalik dukungan tersebut.

Buya Syarfi mengungkapkan, Perti menilai Presiden Prabowo punya ketegasan dan komitmen yang kuat untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Salah satu bentuk komitmen tersebut adalah kesiapan Indonesia mengirimkan pasukan perdamaian ke Palestina.

"Kepada kami dijelaskan peran strategis yang akan diambil oleh Indonesia adalah berpartisipasi dengan mengirimkan pasukan perdamaian yang tugas absolutnya adalah melindungi rakyat Palestina," ucap tokoh yang pernah menjadi Walikota Sibolga ini.


Apa yang dikemukakan Ketua Umum PP Perti ini selaras dengan yang dijelaskan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono.

Menlu Sugiono menegaskan peluang Indonesia keluar dari BoP apabila kebijakannya tidak selaras dengan prinsip dan nilai yang diperjuangkan Indonesia.

Sugiono merinci, Indonesia ingin situasi damai di Gaza saat ini pada khususnya kemudian situasi damai di Palestina pada umumnya.

"Dan pada akhirnya adalah kemerdekaan dan kedaulatan Palestina," pungkasnya.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)