![]() |
| Bupati Tapteng Masinton Pasaribu bersama sejumlah staf/pegawai Perumda Air Minum Mual Nauli Tapteng dilokasi sumber air minum Desa Sipansihaporas Tapteng |
Pernyataan tersebut diungkapkan langsung oleh tenaga ahli Perumda Mual Nauli Raju Firmanda Hutagalung kepada Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, yang datang meninjau progres perbaikan instalasi air milik badan usaha Pemkab tersebut, di Desa Sipansihaporas, Kec. Sarudik, Kab. Tapteng, pada Minggu (25/1/2026)
Raju menjelaskan, akibat bencana banjir dan longsor Selasa (25/11/2025) lalu, banyak instalasi air Perumda Mual Nauli yang rusak parah.
Selain itu, instalasi di sumber air utama seperti yang ada di Desa Sipansihaporas juga mengalami kerusakan yang sama, mulai dari pipa yang pecah, sedimen yang menutup bendungan hingga ruang filter air yang penuh dengan material banjir (berlumpur)
Sejak bencana terjadi, pihaknya terus berjibaku untuk memulihkan instalasi air yang rusak dan secara berangsur-angsur sebagian lokasi sudah bisa pulih meskipun dengan kualitas air yang belum jernih total.
Dijelaskan pula, kualitas air yang belum jernih total yang sampai kerumah-rumah warga diakibatkan saat ini Perumda masih menggunakan instalasi darurat dari sumber air langsung dialirkan ke pipa induk untuk diteruskan ke rumah warga.
Hal ini terpaksa dilakukan, selain untuk membersihkan pipa-pipa yang tersumbat akibat sedimen sisa banjir juga karena ruang instalasi untuk memfilter air belum bisa digunakan.
"Tapi insya Allah, kami akan berupaya agar dalam waktu 2-3 hari kedepan, air sudah kembali menyala meskipun masih menggunakan instalasi darurat," ungkap Raju.
"Setidaknya, air bisa sampai dulu ke pelanggan, sedangkan untuk kualitasnya (kejernihannya) berangsur-angsur akan kita pulihkan," tambah Raju.
Raju pun meminta maaf atas gangguan layanan yang telah berlangsung sejak awal bencana tersebut. Pasalnya, bencana yang meluluhlantakkan Tapteng tersebut menyisakan kerusakan yang massif di instalasi air minum milik Pemkab Tapteng itu.
"Mohon maaf kami yang sebesar-besarnya atas gangguan layanan ini. Kami sedang berusaha keras untuk memaksimalkan semua potensi agar kondisi air kita kembali normal. Kami mohon kesabaran masyarakat dan doa semoga kami mampu bekerja sebaik-baiknya," pungkas Raju.
Sementara itu, Bupati Tapteng Masinton Pasaribu disela peninjauannya hari itu kepada awak media menjelaskan bahwa Pemkab Tapteng belum akan mengutip restribusi air pasca bencana, hingga air yang sampai ke rumah warga sudah normal kembali dan kualitasnya baik.
Namun, untuk beberapa kecamatan yang layanan airnya tidak terganggu tetap akan dikenakan retribusi air seperti biasanya.
Untuk normalisasi keseluruhan, pihaknya akan berupaya maksimal memulihkan jaringan air minum di Tapteng dengan bantuan Kementerian PU dan pihak-pihak lainnya.
"Dalam waktu dekat, setelah penanganan daruratnya kita selesaikan, kita akan lakukan normalisasi dan perbaikan termasuk pengaktifan instalasi penjernih airnya," kata Masinton.

