![]() |
| Bupati Tapteng Masinton Pasaribu bersama Tenaga Ahli Kepala BNPB Mayjend TNI (Purn) Fajar Setiawan (kiri) dan Direktur Peringatan Dini BNPB Berton Panjaitan (berdiri) |
PANDAN - Update terbaru dampak bencana banjir dan longsor di Kab. Tapteng, tercatat 73 orang meninggal dunia dan 104 orang dinyatakan hilang.
Direktur Peringatan Dini BNPB, Berto Panjaitan kepada limakabar.com menjelaskan korban meninggal dunia terbanyak terjadi di Kec. Pandan sebanyak 20 orang, Kec. Tukka 26 orang dan Kec. Sitahuis 15 orang.
Sedangkan untuk korban meninggal dunia di kecamatan lainnya masing-masing Kec. Badiri 7 orang, Kec. Barus Utara 2 orang dan Kec. Barus 3 orang.
"Hingga saat ini kami, Pemerintah Daerah tentunya ya, masih terus mengupdate, mencari korban dan melakukan kegiatan-kegiatan lainnya," katanya.
Untuk korban luka, lanjut Berton, per-30 November 2025, pukul 15.00 WIB tercatat 508 orang dan 1659 orang mengungsi di dua lokasi yakni Pandan (871 orang) dan Tukka (788 orang).
"Tetapi, informasi yang kami dapatkan ini, ada juga (pengungsi) di desa yang lain yakni dari Desa Nauli pergi (mengungsi) ke Desa Sigiring-Giring), ya itu ada 300 orang pergi kesana," terangnya.
Sejauh ini, lanjutnya. Sejumlah bantuan dari banyak pihak sudah tiba di Pandan yakni dari BNPB, Pemprov Sumut, dan BUMD dan Private Sector.
"Bantuan tersebut (dariBNPB) sudah disalurkan di Pandan ini dan sebagian dibawa ke Sibolga," jelasnya.
Pendistribusian bantuan sendiri dilakukan lewat jalur darat untuk lolasi yang bisa di jangkau dan lewat udara untuk yang tidak terjangkau.
Bantuan juga didistribusikan secara langsung melalui camat, kepala desa atau warga yang datang langsung ke Posko Tanggap Bencana Tapteng.
"Ada (perwakilan) dari empat desa tadi datang kesini untuk (bantuannya) dibawa (langsung)," ujarnya.
Khusus bantuan dari Pemprov Sumut, bantuan sudah di distribusikan langsung ke 10 titik melalui jalur udara.
"Hari ini, Pak Gubernur dan Pak Bupati telah mendroping langsung bantuan tersebut ke sepuluh titik," katanya.
Saat ini, jelasnya. Fokus pendistribusian bantuan masih untuk daerah-daerah yang sulit terjangkau.
"Di pusat ini (Pandan) relatif bisa kita tangani, tapi kami masih tetap mewaspadai kebutuhan sampai beberapa hari," pungkasnya.

