Ketum PP PERTI Safari Pendidikan di Sumbar, Ajak Santri Miliki Rasa Bangga Terhadap Pesantren

SW25
0
Ketum PP PERTI, Buya H.M.Syarfi Hutauruk diabadikan dengan santri MTI Pembangunan Kab. Dharmas Raya, Sumbar

Kab. Sijunjung, Sumbar - Ketua Umum PP Perti, Buya H.M.Syarfi Hutauruk bersama-sama dengan anggota DPR RI Komisi VIII Hj.Delmeria Sikumbang, menyambangi Pondok Pesantren (PP) As-Salam, di Muaro Lingge, Jr.Sibisir, Nagari Timbulun, Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, pada Senin (29/5/2023).

Selain Buya Syarfi dan Hj.Delmeria, turut pula mendampingi pengurus DPD I Perti, Sumbar, Buya Prof. Dr. Salmadanis, MA dan Buya H. Afrizal Moetwa. Rombongan tiba di pesantren yang berada dalam naungan Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Perti tersebut disambut oleh pimpinan PP/MTI As-Salam, Muhammad Ismi, Lc.

Pada kesempatan ini, Ketum PP PERTI, Buya H.M.Syarfi Hutauruk mendorong setiap santri pondok pesantren memiliki rasa bangga dan kecintaan yang utuh terhadap pondok pesantren tempatnya menimba ilmu pengetahuan.

Menurut Syarfi. Memilih melanjutkan pendidikan di pesantren adalah sebuah keputusan berani dan tepat. Disebut berani karena ditengah banyaknya pilihan sekolah atau madrasah saat ini yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang mumpuni, para santri memilih pesantren sebagai sarana untuk meningkatkan pengetahuannya.

"Padahal, banyak pesantren yang masih memiliki keterbatasan sarana dan prasarana untuk meningkatkan kualitas peserta didiknya. Maka, memilih melanjutkan studi ke pesantren adalah sebuah keputusan yang berani," ucap Syarfi.

Ketum PP PERTI Buya HM.Syarfi Hutauruk bersama rombongan di Ponpes As Salam, Tanjung Gadang, Kab. Sijunjung

Selain itu, melanjut ke pesantren menjadi sebuah keputusan tepat karena kurikulum pendidikan di pesantren jauh berbeda dengan sekolah atau madrasah pada umumnya. Keilmuan di pesantren menitikberatkan pada ilmu agama tanpa mengesampingkan pengetahuan umum lainnya. Lulusan-lulusan pesantren akan mendapatkan keseimbangan pengetahuan antara ilmu pengetahuan dan teknologi dengan iman dan taqwa.

"Lulus dari pesantren tersebut tidak selalu jadi ustadz atau guru. Ada banyak sekali tokoh-tokoh besar republik ini yang dilahirkan dari rahmi pondok pesantren. Konstribusi tokoh-tokoh tersebut pun amat banyak dan besar terhadap kemerdekaan republik ini," terang Syarfi merujuk pada salah satu tokoh pendiri PERTI, Syeikh Sulaiman Arrasusli atau yang lebih dikenal dengan gelar Inyeak Canduang.

Secara khusus, mantan Walikota Sibolga ini pun berpesan agar santri harus gigih meningkatkan kompetensi dirinya dibidang apa pun.

Perkembangan teknologi yang marak saat ini, harus mampu dijadikan para santri sebagai sebuah motivasi untuk semakin maju dimasa yang akan datang.

"Lakukan apa saja, asalkan positif. Kuasai bahasa asing seperti Arab dan Inggris. Dan yang paling penting, gapai keberkahan ilmu tersebut dengan hormat dan patuh terhadap orangtua serta guru. Kita ingin, dimasa yang akan datang akan lahir pimpinan-pimpinan negeri ini lulusan-lulusan pesantren," harapnya.

Selain itu, dihari yang sama rombongan juga berkunjung ke MTI Pembangunan, Pulau Punjung, Kabupaten Dharmas Raya, Sumatera Barat. Kehadiran rombongan sambut pimpinan pondok/MTI Pembangunan, H.Indra di Masjid  Muslim Pancasila, Komplek Pondok Pesantren.
Tags

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)