![]() |
| Wabub Tapteng Mahmud Efendi Lubis dan Kadis KUMKM Tapteng Erman Syahrin Lubis bersama perwakilan peserta pelatihan pelaku UMKM Terdampak Bencana |
PANDAN - Sebanyak 160 pelaku usaha kecil dan menengah di Kabupaten Tapanuli Tengah, mengikuti pelatihan keterampilan usaha bagi korban bencana, di Hasian Hotel Pandan, pada Selasa (8/9/2026)
Kegiatan yang mengusung tema Melalui Keterampilan Usaha untuk Korban Bencana Alam di Kecamatan Tukka, Pandan dan Badiri, Kita Tingkatkan Ekonomi Pascabencana Alam ini, dibuka oleh Wakil Bupati Tapteng, Mahmud Efendi Lubis.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Tapteng, Erman Syahrin Lubis, menjelaskan pelatihan hari itu akan berlangsung tanggal 8-11 September 2026, dan dibagi kedalam dua termin yakni termin pertama diikuti pelaku UMKM dari Kecamatan Pandan dan Tukka, dan termin kedua diikuti oleh pelaku UMKM dari Kecamatan Badiri.
Jumlah peserta yang ambil bagian pada pelatihan ini sebanyak 160 orang dengan rincian; 40 peserta dari Kecamatan Pandan, 40 peserta dari Kecamatan Tukka dan 80 peserta dari Kecamatan Badiri.
Sementara itu, Wakil Bupati Tapteng, Mahmud Efendi Lubis, mengungkapkan bahwa pelatihan yang digelar hari itu merupakan bentuk komitmen dari pemerintah daerah yang terus hadir ditengah masyarakat khususnya pada fase pemulihan pasca bencana.
Mahmud menjelaskan, setelah melewati berbagai fase kebencanaan, kini pihaknya fokus pada proses pemulihan ekonomi dan peningkatan kemandirian masyarakat melalui pelatihan.
Hal itu dilakukan untuk mendorong masyarakat secepatnya bangkit dari keterpurukan ekonomi pasca bencana dan mulai menata hidup yang lebih baik.
Ia berharap, pelatihan bagi pelaku UMKM tersebut akan memberikan pengetahuan dan keterampilan baru dan mampu menciptakan peluang usaha seabgai sumber pendapatan keluarga.
"Saya mendorong agar para peserta tidak takut untuk memulai usaha. Tidak perlu menunggu usaha yang besar, mulailah dari yang kecil sesuai kemampuan dan potensi masing-masing," katanya.
Mahmud juga berbagi tips agar berhasil menjadi usahawan yang mandiri.
"Yang penting adalah kemauan untuk belajar, keberanian memulai, ketekunan serta kemampuan terus berinovasi," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah juga berkomitmen untuk terus menciptakan ekosistem yang mendukung perkembangan UMKM agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, melainkan bertransformasi menjadi pelaku usaha yang produktif dan mandiri.
--Samsul Pasaribu--

