JAKARTA | Mempelajari Pancasila, UUD 1945, dan Wawasan Kebangsaan kini menjadi jauh lebih mudah, akurat, dan interaktif bagi generasi muda. Generasi Muda Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (Genmuda ISRI) secara resmi meluncurkan AI Pancasila, sebuah asisten kecerdasan buatan (artificial intelligence) pertama di Indonesia yang dirancang khusus untuk membumikan ideologi bangsa.
Inovasi digital ini diperkenalkan dalam Kursus Ideologi dan Wawasan Kebangsaan (IWAK) Seri #5 bertajuk “Pancasila Era AI: Edukasi Netizen Gen Z dan Antisipasi Distraksi Digital” yang digelar secara daring pada Jumat (28/8/2026). Platform edukasi berbasis teknologi mutakhir ini dikembangkan bersama oleh Anggota DPR RI, Dr. Giri Ramanda Kiemas, S.E., M.M., dan Ketua Bidang Pendidikan, Riset, dan Inovasi Genmuda ISRI, Dr. Muhammad Rizky Pribadi, M.Kom.
Peluncuran AI Pancasila menjadi jawaban konkret atas maraknya risiko distorsi sejarah dan hoaks ideologi di ruang digital yang kerap mengintai Gen Z dan Gen Alpha. Saat ini, algoritma internet maupun AI generatif umum sering kali memproduksi ulang informasi keliru (hoaks) tanpa sumber primer hingga akhirnya dianggap sebagai kebenaran.
“Gen Z dan Gen Alpha melihat dunia yang serba cepat dan digital. Pemahaman tentang ideologi negara harus menyesuaikan dengan zaman melalui pendekatan kekinian, salah satunya menggunakan teknologi AI. Namun ingat, jangan biarkan algoritma internet menjadi guru sejarah bangsa tanpa kendali,” ujar Dr. Giri Ramanda Kiemas dalam pemaparannya.
Keunggulan Utama AI Pancasila: Valid, Akurat, dan Bebas Halusinasi
Berbeda dengan model AI generatif populer di internet yang bisa menjawab segala hal namun rentan mengalami halusinasi (jawaban karangan yang terdengar meyakinkan tapi tidak sesuai fakta), AI Pancasila didesain sangat spesifik dan terlindungi.
Sistem AI Pancasila hanya diperkenankan menjawab pertanyaan tentang Pancasila dan Wawasan Kebangsaan Indonesia. Keunggulan utamanya meliputi:
Berbasis Dokumen Resmi BPIP & Negara: Jawaban AI dirancang berdasarkan kumpulan dokumen yang telah dikurasi ketat. Di antaranya publikasi resmi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), pidato dan karya asli Ir. Sukarno, serta arsip otentik Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Proses Verifikasi Ketat: Hingga saat ini, sebanyak 3.646 halaman dokumen asli dan 32 dokumen resmi telah diperiksa satu per satu melalui 5 tahap verifikasi manual per dokumen.
Transparansi Sumber (Citations): Setiap jawaban yang diberikan kepada pengguna akan selalu mencantumkan rujukan sumber asli yang menjadi dasar informasi.
Metode Ilmiah Teruji: Inovasi ini telah terdaftar Hak Cipta dan tengah masuk tahap peer review jurnal ilmiah bereputasi internasional Q1 Scopus CiteScore dengan judul metode Mitigating Hallucination in Large Language Models for Pancasila State Ideology Using Hybrid Parent-Child Retrieval-Augmented Generation.
“Kami tidak sehebat Ir. Sukarno yang mempersembahkan Pancasila sebagai dasar negara. Kami hanya meneruskan ide-idenya dengan menciptakan AI Pancasila untuk generasi penerus bangsa Indonesia,” ungkap Dr. Muhammad Rizky Pribadi saat mendemonstrasikan platform tersebut.
Didukung Penuh BPIP dan Disambut Hangat Akademisi
Langkah progresif ini mendapat apresiasi tinggi dari Direktur Pengkajian Kebijakan Pembinaan Ideologi Pancasila BPIP, Prof. Dr. M. Sabri, M.A. Ia menilai platform ini mampu mencegah Pancasila menjadi fosil yang kehilangan daya jawab terhadap persoalan kontemporer anak muda. BPIP pun menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh pasokan sumber historis dan akademis demi memperkuat basis pengetahuan AI Pancasila ke depan.
Kehadiran AI Pancasila langsung memicu antusiasme besar dari peserta kursus yang terdiri dari guru, dosen, dan mahasiswa di seluruh Indonesia. Salah satunya Andi Ruhban, dosen Poltekkes Kemenkes Makassar, yang menyatakan dukungannya untuk langsung membagikan tautan platform ini kepada seluruh mahasiswa di lima kelas mata kuliah Pancasila yang diampunya agar proses belajar mengajar menjadi jauh lebih mudah dan menyenangkan.
Masyarakat, pelajar, guru, maupun akademisi kini sudah dapat mengakses dan berdiskusi langsung dengan asisten cerdas ini secara gratis melalui laman resmi aipancasila.my.id.
(Dian)
