![]() |
| Bupati Tapteng Masinton Pasaribu bersama puluhan anak-anak yatim di Panti Asuhan Sion Desa Aek Horsik |
Tiga pucuk pimpinan eksekutif Pemkab Tapteng, yakni Bupati Masinton Pasaribu, Wakil Bupati Mahmud Efendi Lubis dan Sekda Binsar HT Sitanggang, secara serentak bersilaturrahmi dengan anak-anak panti asuhan dan warga terdampak bencana, di tiga lokasi yang berbeda, yakni; Bupati Tapteng di Panti Asuhan Sion Desa Aek Horsik, Wakil Bupati Tapteng di Panti Asuhan Namira Pandan, SDN 03 Pandan, SDN Aksara Pandan dan Sekda Tapteng di Panti Asuhan Susteran Alma Pandan.
Di Panti Asuhan Sion, kehadiran Bupati Masinton Pasaribu dan rombongan disambut hangat oleh anak-anak asuhan, pengurus yayasan, para guru dan masyarakat sekitar.
Pada kesempatan ini, Bupati Masinton mengungkapkan alasan Pemkab merayakan HJT 2026 bersama anak-anak Tapteng, karena mereka merupakan representasi wajah dan masa depan Tapanuli Tengah.
"Ketika saya melihat wajah kalian hari ini, saya melihat masa depan Tapanuli Tengah 10, 20 bahkan 50 tahun yang akan datang," katanya.
Oleh karena itu, lanjutnya. Anak-anak yang tumbuh besar di Panti Asuhan jangan pernah merasa kecil hati dan rendah diri.
Menurut Masinton, masa depan tidak ditentukan oleh latar belakang dan asal-usul, melainkan oleh keberanian untuk bermimpi, tekun belajar dan bekerja keras.
"Oleh karena itu, raih cita-cita luhur kalian. Perjuangkan apa yang kalian inginkan, mulai dari (menjadi) tenaga profesional, abdi negara, hingga menjadi pimpinan daerah di masa depan," ujarnya memotivasi.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa pembangunan Tapanuli Tengah tidak boleh hanya berorientasi pada fisik semata, melainkan harus memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM) serta pendidikan karakter.
Pemerintah berkomitmen memastikan tidak ada anak di Tapteng yang putus sekolah akibat masalah ekonomi.
Di hadapan masyarakat yang hadir, Bupati mengajak seluruh elemen untuk terus bangkit dan bergotong royong membangun kembali Tapanuli Tengah setelah diterpa berbagai tantangan, termasuk bencana banjir bandang dan tanah longsor yang berdampak pada infrastruktur serta lahan pertanian.
Bupati turut mengingatkan kekayaan sejarah dan budaya Tapteng, seperti Situs Bongal yang diekskavasi oleh BRIN serta Situs Lobu Tua, yang membuktikan pentingnya peran daerah ini dalam jalur perdagangan global masa lalu.
"Semangat kebersamaan ini dirumuskan dalam falsafah Sahata Saoloan - sehati, sejalan, dan bergotong royong," pungkasnya.
Amatan limakabar.com, selain paket bantuan dari pemerintah daerah, sejumlah pimpinan OPD Tapteng juga menyerahkan bantuan uang tunai kepada anak-anak panti asuhan.
Adapun jenis bantuan yang digelontorkan hari itu diantaranya; makanan anak, kasur, selimut, family kit dan buku bacaan.
Selain itu juga diserahkan paket sandang anak, sembako, cendera mata, dan makanan ringan bagi anak.
Pada kesempatan ini, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pemkab Tapteng juga menyerahkan dokumen administrasi kependudukan bagi anak-anak yatim berupa akta kelahiran, KIA dan KK.
Penulis: Samsul Pasaribu




