![]() |
| Peserta pelatihan pembuatan terumbu karang artifisial (buatan) saat praktek buat terumbu karang jenis reefball |
Kegiatan bertajuk "Dari Hati untuk Bumi" tersebut diikuti puluhan peserta yang berasal dari organisasi dan komunitas penggiat kelestarian mangrove dan terumbu karang di Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Tapanuli Selatan.
Manager Biodiversity and Environmental Strategic Development Agincourt Resources, Syaiful Anwar menjelaskan pelatihan pembuatan terumbu karang artifisial tersebut terlaksana atas kolaborasi dengan Yayasan Penjaga Pantai Barat (Yamantab) dan Komunitas Konservasi Laut Nusantara (KKLN)
Syaiful menerangkan, dipilihnya terumbu karang artifisial sebagai objek penting dalam pelatihan tersebut karena Sibolga dan Tapanuli Tengah merupakan dua negeri serumpun yang berbatasan langsung dengan laut dan memiliki sumber daya alam bawah laut dan daerah pesisir serta pulau yang harus dilestarikan dan dijaga habitatnya.
Selain itu, lanjutnya. kegiatan tersebut juga sejalan dengan semangat tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, yakni; Saatnya Bekerja untuk Iklim.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PTAR dalam menjaga ekosistem pesisir, setelah sebelumnya melakukan penanaman 90 ribu bibit mangrove sejak tahun 2023," kata Syaiful.
Masih kata Syaiful. Melalui pelatihan tersebut pihaknya berharap peserta mendapatkan pemahaman yang benar terkait pentingnya pelestarian terhadap terumbu karang yang memiliki peran sangat penting dalam menjaga keseimbangan alam, menjadi penyangga ekosistem dan habitat bagi banyak biota laut.
![]() |
| Peserta pelatihan saat membuat terumbu karang jenis bioriftek berbahan batok kelapa |
"Kita juga mengedukasi peserta mengenai ancaman terhadap kelestarian terumbu karang serta berbagai upaya merstorasinya seperti membuat terumbu karang buatan dan transplantasi karang untuk memulihkan habitat karang yang rusak," jelasnya.
PTAR sendiri, lanjutnya akan terus concern pada kegiatan-kegiatan pelestarian lingkungan khususnya yang berkaitan dengan blue karbon, meliputi ekosistem laut, mangrove dan sumua sumber daya laut yang menjadi isu penting dan strategis untuk dilakukan konservasi.
"Sama-sama kita sinergi untuk bisa meneruskan langkah strategis ini kedepan dan selanjutnya," ajaknya.
Sementara itu, Ketua Yamantab, Damai Mendrofa menilai penting mengedukasi pembuatan terumbu karang artifisial bagi masyarakat untuk bisa dilaksanakan secara massif guna merestorasi terumbu karang di lautan.
Terumbu karang buatan, dewasa ini menjadi alternatif penting yang telah banyak berhasil diuji cobakan dan menjadi alat rangsang lahirnya bibit-bibit terumbu karang baru.
"Kalau yang sering kita buat itu dan cukup berhasil adalah terumbu karang buatan jenis reefball, bioriftek dengan memanfaatkan batok kelapa dan transplantasi rangka besi dan sampah botol kaca," jelasnya.
Damai mengakui, menormalisasi terumbu karang bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan komitmen dan pemahaman bersama tentang pentingnya menjaga kelestarian terumbu karang di kawasan Teluk Tapian Nauli.
"Kenapa? karena (keberadaan ) dia (terumbu karang) sangat mendukung perekonomian nelayan, pariwisata yang berkelanjutan dan kemudian secara tidak langsung mendukung hadirnya iklim yang sehat," bebernya.
![]() |
| Peserta pelatihan mendapatkan sosialisasi pentingnya menjaga dan memelihara terumbu karang |
Sayangnya, lanjut Damai. Upaya untuk merestorasi terumbu karang selalu mendapatkan tantangan yang sangat berat. Tidak hanya dari pratik-praktik alat tangkap nelayan yang ilegal (seperti trawl) tetapi juga aktivitas pariwisata yang tidak terkontrol dengan baik.
Damai pun berharap, semua pihak khususnya koorporasi (perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Pantai Barat Sumut) dapat berkontribusi.
Damai mengungkapkan, sejauh ini baru PT Agincourt Resources yang secara sungguh-sungguh dan serius mendukung kegaitan-kegiatan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
"Dan ini akan menjadi bukti nyata bahwa perusahaan tambang yang ada di Batang Toru ini mau berkontribusi terhadap isu-isu lingkungan, tidak hanya di kawasan Tapanuli Selatan atau Batangtoru tapi juga menjelajah hingga ke kawasan Tapanuli Tengah dan Sibolga," ujar Damai.
Pihaknya (Yamantab) akan terus mendorong agar perusahan-perusahaan lainnya khususnya BUMN dapat mengikuti langkah PTAR dalam berkontribusi menjaga dan melestarikan lingkungan.
"(Tapi) upaya kita untuk mendapat dukungan dari perusahaan bukan berarti menafikan tanggungjawab dari individu dan masyarakat. Dengan hadirnya perusahaan tentu akan menjadi dukungan besar agar aktivitas ini bisa berjalan dalam jangka panjang," pungkasnya seraya mencontohkan hal sederhana yang dapat dilakukan masyarakat adalah dengan tidak membuang sampah ke laut.
![]() |
| Peserta pelatihan pembuatan terumbu karang buatan diabadikan dengan management PTAR pasca pelatihan berakhir |
Sementara itu, salah satu peserta pelatihan Nurhijriyah Kam Siregar (30) warga Batangtoru, mengaku kegiatan pelatihan pembuatan terumbu karang buatan tersebut merupakan hal yang luar biasa.
Nurhijriyah mengatakan dirinya semakin tertantang saat terlibat langsung membuat terumbu karang dari bahan-bahan sederhana hingga barang bekas seperti kain perca dan botol bekas.
"Pelatihan ini mengetuk pintu kesadaran kami akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, makin sayang dengan laut khususnya dan semoga dari ilmu yang kami dapatkan pada pelatihan ini dapat kami praktekkan di rumah," katanya seraya berharap kegiatan tersebut dapat berlanjut secara rutin.




