![]() |
| Camat Pinangsori Agus Harianto sampaikan keluhan para penyintas di Huntara Pinangsori terkait janji Kemensor salurkan bantuan jaminan hidup |
Hal itu diungkapkan oleh Camat Pinangsori, Agus Harianto, dihadapan sejumlah pemangku kepentingan dalam Rakor penanganan pasca bencana di Tapteng, pada Senin (16/2/2026).
Agus mengungkapkan, para penyintas telah tiga minggu lamanya menetap di Huntara tanpa bantuan jaminan hidup yang dijanjikan oleh Kementerian Sosial RI.
Ketidak pastian ini, lanjut Agus, berpotensi menciptakan kegaduhan. Pasalnya, warga sendiri telah merencanakan mendatangi pemerintah daerah untuk mempertanyakan kejelasan dari jadup yang dijanjikan.
"Mereka sudah tiga minggu menempati Huntara, tapi sampai sekarang mereka belum menerima bantuan jaminan hidup. Mereka merencana mendatangi kantor bupati untuk mengadukan persoalan ini," ungkap Agus.
Agus menjelaskan. Selama menetap di Huntara, kebutuhan pangan para penyintas telah dicukupi oleh Pemkab Tapteng. Namun, untuk memenuhi kebutuhan lainnya seperti jajan anak-anak untuk sekolah, orangtua tidak bisa memenuhi.
"Karena (pasca bencana) mereka tidak lagi punya pekerjaan," terang Agus.
Atas keluhan ini, Sekdakab Tapteng, Binsar Tua Hamonangan Sitanggang langsung memberikan perhatian serius.
Pria yang baru dalam hitungan bulan menjadi sekdakab ini merespon dengan mengintruksikan agar Kepala Pelaksana BPBD Tapteng segera menindaklanjuti keluhan tersebut dengan mempertanyakan kepada Kemensos terkait kepastian realisasi bantuan jaminan hidup tersebut.
"Ini harus menjadi perhatian kita, agar Kementerian Sosial bisa segera salurkan bantuan Jadup untuk Tapteng, sebesar ratusan ribu rupiah per kepala keluarga, yang terdata sebanyak ratusan orang calon penerima manfaat di sana (Huntara)," ucap Binsar menyikapi.

