JAKARTA - Pemerintah akhirnya menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriyah jatuh pada hari Kamis 19 Februari 2026.
Keputusan tersebut diambil setelah mendengarkan laporan hilal dari 38 provinsi se-Indonesia dan 26 lembaga hisab serta informasi dari Menteri-Menteri Agama dari Brunai Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS).
Ketua Umum Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI), H.M. Syarfi Hutauruk menyambut baik keputusan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat tersebut.
Ia menyebut, PERTI akan mengikuti apa yang telah menjadi ketetapan pemerintah tersebut dan berharap dapat diikuti oleh seluruh umat Islam di tanah air.
"Alhamdulillah, tadi kami (PERTI) bersama-sama dengan seluruh ormas Islam, Kementerian Agama dan lembaga terkait, telah mengikuti Sidang Isbat ini, dan hasilnya adalah 1 Ramadhan jatuh pada hari Kamis tanggal 19 Februari 2026. Semoga bisa diikuti oleh umat," katanya.
Sosok yang kerap di sapa Buya ini, menjelaskan meskipun ada perbedaan penentuan hari pertama Ramadhan dengan ormas Islam lainnya, PERTI tidak mempermasalahkannya.
"Selama penentuan satu Ramadhan itu berdasarkan kaidah-kaidah yang dibenarkan dalam Islam, tentu itu tidak masalah. Dan bagi Perti perbedaan itu tidak mengurangi nilai dari Ramadhan itu sendiri," ucapnya.
Meskipun terjadi perbedaan dalam menentukan satu Ramadhan, Buya Syarfi berharap terjadi persamaan pandangan dalam menentukan 1 Syawwal 1447 H yang akan datang.
"Mudah-mudahan, Syawwal nanti kita bisa bersama-sama, Insya Allah," pungkasnya.

