Pratikno turut didampingi Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjend TNI Richard Taruli H Tampubolon dan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu.
Tiba dengan menggunakan Helikopter Super Puma H-225M di Lapangan Bola GOR Pandan, pukul 10.25 WIB, rombongan langsung bertolak ke Kelurahan Tukka, Lingkungan IV, Kecamatan Tukka, Kab. Tapteng, untuk meninjau progres pembangunan jembatan perintis "Garuda" yang dibangun oleh TNI AD.
Jembatan gantung ini sebelumnya terputus akibat bencana banjir dan longsor pada 25 November 2025 lalu dan memutus akses warga Kelurahan Tukka ke Kelurahan Bonalumban (demikian sebaliknya) yang dipisahkan oleh Sungai Aek Harse.
Kini akses tersebut telah tersambung kembali, dengan selesainya pembangunan jembatan ini.
Menko PMK, Pratikno menyebut hujan deras disertai banjir susulan yang terjadi pada 11 Februari 2026 lalu, berakibat pada rusaknya sejumlah infrastruktur yang telah dibangun secara bergotong-royong antara TNI, Polri dan Pemkab Tapteng.
Kerusakan yang terjadi akibat banjir susulan di Tapteng ini telah menjadi perhatian pemerintah pusat untuk segera diatasi kembali.
"Pak Presiden sudah memerintahkan untuk secepatnya mengembalikan kehidupan masyarakat seperti semula, (dan) memang tantangannya sangat berat," kata Pratikno.
Meskipun tantangannya berat, lanjut Pratikno, Pemerintah Pusat dan daerah akan bekerja keras untuk memulihkan keadaan di Tapteng secepat mungkin.
"Kita, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, TNI, Polri begitu juga seluruh jajaran, bekerja keras lah ya, untuk segera memulihkan kehidupan masyarakat," ujarnya.
Pratikno menjelaskan, dampak banjir susulan pada Rabu (11/2) lalu , mengakibatkan sejumlah capaian pemulihan dampak bencana di Tapteng kembali rusak.
Fasilitas publik dan rumah-rumah warga yang sudah dibersihkan kembali tergenang lumpur dan harus ditangani lebih serius lagi.
"Ya, kita akan kerja keras lagi. Mohon dukungan dari semua pihak," pintanya.
Menjawab target yang ditetapkan pemerintah untuk pemulihan bencana di Tapteng, Pratikno menjawab akan dilakukan secepatnya.
Beberapa hal yang dilakukan untuk mempercepat pemulihan tersebut diantaranya pembentukan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekontruksi di tiga provinsi terdampak termasuk mengelurkan Inpres terkait penggunaan Dana Siap Pakai (DSP) oleh BNPB.
"Jadi, sekali lagi. Kita berupaya semaksimal mungkin. Secepat-cepatnya. Seluruh kekuatan nasional bersama-sama daerah kita kerahkan, segera memulihkan keadaan," pungkasnya.

