![]() |
| Perwakilan keluarga saat menyampaikan aspirasi kepada Forkopimka Sibabangun terkait upaya pencarian keluarganya yang hilang akibat bencana di Tapteng |
Pasalnya, di kuburan massal tersebut turut dimakamkan sejumlah korban tidak dikenal, yang diyakini adalah anggota keluarganya yang selama ini berstatus hilang.
Seyaman Zendrato, mewakili delapan keluarga korban hilang, kepada tim pencari korban hilang dari Forkopinka Sibabangun, mengatakan dari informasi yang mereka dapatkan, di kuburan massal Batang Toru dimakamkan delapan orang warga tidak dikenal.
Korban yang dimakamkan disana, diyakini delapan jasad tanpa identitas tersebut, ada korban hilang yang berasal dari Desa Muara Sibuntuon dan Desa Sibiobio.
"Kami meyakini itu. Oleh karenanya, kami meminta Pemkab Tapteng untuk membongkar kuburan massal korban banjir bandang yang ada di Kecamatan Batang Toru," katanya, Kamis (12/2/2026).
Menindaklanjuti keinginan ini, Camat Sibabangun Romulus Simanullang, berjanji akan mengkoordinasikan keinginan warga tersebut kepada Pemkab Tapteng dan Pemkab Tapsel.
Romulus mengatakan, awalnya pihaknya dibantu perwakilan TNI, Polri dan BPBD.
Namun, karena pencarian tidak didukung oleh alat berat dan pendeteksi, keluarga korban pesimis pencarian akan membuahkan hasil.
"Rencana pencarian yang akan dilakukan ini sebelumnya telah dikoordinasikan dengan pihak keluarga. Terimakasih atas sarannya, akan segera kami tindak lanjuti," kata Romulus.
Untuk diketahui, bencana banjir dan longsor yang melanda Kab. Tapteng pada November tahun lalu telah mengakibatkan 12 warga Kecamatan Sibabangun hilang akibat hanyut dan tertimbun longsor.
Dari dua belas korban yang dinyatakan hilang, empat diantaranya telah berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, yakni Faozaro Zendrato, Rahmat Jaya Zendrato, Marlina Gulo dan Fatieli Hulu.
Keempa korban ini berhasil ditemukan oleh keluarganya dan telah dimakamkan secara layak.
Sementar korban yang masih dinyatakan hilang dan hingga saat ini masih terus dilakukan pencarian oleh keluarga, yakni Abdul Rahman Nasution, Radina Mendrofa, Selvia Zebua, Mitaria Telaumbanua, Johannes Hati Laoli, A Jese Zalukhu, Yostoni Laoli, Yuliadi Telaumbanua dan Roya Sarma Pane.

