![]() |
| Dandenbekang TNI AD 1/2 A Korem 023/KS dan personil TNI lainnya bersama anak-anak korban banjir dan longsor di Posko Tanggap Bencana Tapteng |
PANDAN - Detasemen Pembekalan Angkutan (Denbekang) TNI AD, mengubah dapur umum Posko Penanggulangan Bencana Tapanuli Tengah menjadi "Klinik" trauma healing, bagi anak-anak korban bencana banjir dan longsor yang terjadi pada Selasa (25/11/2025) lalu.
Dapur umum yang berada persis disisi selatan Posko pengungsian tersebut, disaat-saat senggang didatangi puluhan anak untuk bermain dan bergembira dengan personil TNI.
Jadilah, tempat yang fungsi utamanya untuk menyediakan makanan bagi ribuan pengungsi tersebut, berubah menjadi tempat memulihkan anak-anak dari trauma akibat bencana alam.
Komandan Bekang-AD 1/2 A Korem 023/KS, Letkol CBA Humitar Siagian, terlihat memimpin langsung sejumlah permainan bagi anak-anak yang usianya dibawah 10 tahun tersebut.
Ia menyebut kegiatan "trauma healing" tersebut dilakukan secara spontan karena pihaknya kerap berinteraksi langsung dengan anak-anak pengungsi di Posko.
"Sampai saat inikan belum ada tim trauma healing di sini. Jadi kami spontan aja buat kegiatan-kegiatan menghibur dan edukatif bagi anak-anak agar mereka sedikit terhibur dan melupakan hari-hari berat yang baru saja mereka lalui," kata Humitar, di Pandan (2/12/2025)
Humitar mengatakan, interaksi dengan anak-anak korban banjir dan longsor tersebut tidak mengganggu tugas pokok mereka menyiapkan ribuan paket makanan bagi pengungsi.
Pasalnya, kegiatan trauma healing tersebut tidak dilakukan terjadwal namun hanya diwaktu yang benar-benar senggang saja.
"Tidak (menggangu) dong. Karena yang kita utamakan adalah memastikan seluruh pengungsi disini tercukupi makannya. (Sedangkan untuk) anak-anak pas ada waktu luang saja," ungkapnya.
Bentuk kegiatan yang dilakukan, lanjut Humitar adalah bercengkrama, hiburan dan bermain bersama. Sesekali anak-anak yang berasal dari beberapa kecamatan terdampak bencana di Tapteng tersebut juga disuguhi snack (makanan ringan) sebagai hadiah/bonus.
"Ini semua untuk memulihkan kondisi phisikologi mereka setelah mengalami begitu banyak kejadian pada saat terjadi bencana banjir dan longsor tersebut," pungkasnya.
Lebih jauh Humitar bercerita, dalam rangka Tanggap Darurat Bencana, pihaknya dihunjuk oleh Korem 023/KS untuk membuka dapur umum di posko-posko tanggap bencana.
Untuk Sibolga Tapteng sendiri, Korem 023/KS telah mendirikan 4 dapur umum masing-masing di GOR Pandan, Gedung Nasional Sibolga, Pinangsori, dan Tukka.

