![]() |
| Buya Syarfi Hutauruk saat melakoni hobi olahraga jalan sehatnya di Kabupaten Karawang |
JAKARTA - Jika setiap kerikil di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta ditanya, apakah mengenal Buya H.M. Syarfi Hutauruk? Sepertinya kerikil-kerikil kecil ini akan kompak menjawab kenal.
Bukan karena ketokohannya yang memang sudah dikenal publik, tetapi karena sosoknya yang kerap mengitari gelanggang olahrga kebanggaan Indonesia itu, nyaris setiap waktu.
Buya Syarfi menjadi satu dari sedikit umara dan ulama Indonesia yang sangat rajin berolahraga. Pilihan jenis olahraganya pun sederhana saja, sesederhana gaya hidup yang ia jalani.
Ya, pilihan olahraganya hanya jalan sehat dan joging.
Jalan sehat adalah jenis olahraga berjalan kaki yang dilakukan secara santai di area terbuka untuk menjaga kebugaran tubuh.
Sedangkan joging adalah bentuk olahraga aerobik yang dilakukan dengan cara berlari pelan, santai dengan kecepatan sedang.
"Ini jenis olahraga yang murah meriah, tapi manfaatnya luar biasa," katanya, pada satu kesempatan jalan santai bareng wartawan limakabar.com. di kawasan GBK Jakarta, Kamis (24/9/2026)
![]() |
| Buya Syarfi bersama istri Hj. Delmeria Sikumbang saat berolahraga di komplek GBK Jakarta |
Dalam melakoni gaya hidup sehatnya ini, sosok yang pernah menjadi Walikota Sibolga pada periode 2010-2015 dan 2016-2021 ini terkadang melakukannya sendiri, didampingi ajudan dan sesekali bersama istri Hj. Delmeria Sikumbang dan anak-anak.
Menariknya, Buya Syarfi seperti "kecanduan" sehingga setiap ada kesempatan dan waktu senggang, pilihan aktivitas yang ia lakukan adalah jalan sehat atau joging, meskipun sedang berada di luar kota atau bahkan di luar negeri.
"Masya Allah, manfaatnya memang sangat luar biasa. Tidak hanya pada konteks kebugaran tubuh tapi juga kejernihan berpikir," ungkapnya.
Olahraga joging atau pun jalan sehat, lanjutnya, bukan baru-baru ini rutin ia lakukan, dan bukan pula karena faktor usia yang kian bertambah.
Tetapi, gaya hidup sehat ini sudah ia lakoni bahkan sejak muda dan semakin intens dalam 20 tahun terakhir.
Saat menjabat Walikota Sibolga, kenangnya. Jalan sehat atau joging menjadi gaya "blusukannya" untuk berinteraksi dengan warga masyarakat.
"Warga kadang udah mengintai di rute-rute yang kerap saya lalui bersama para OPD yang mendampingi. Begitu berpapasan, warga akan langsung berkeluh kesah. Sebagian masalah warga kadang bisa saya selesaikan detik itu juga dan sebagian lagi langsung ditindaklanjuti oleh dinas-dinas terkait," kenangnya.
"Bertambah lagi manfaat jalan santai ini. Tidak lagi sebatas untuk kesehatan, kejernihan berpikir tetapi juga menjadi alat untuk membangun interaksi dan komunikasi sosial dengan masyarakat," katanya sambil tersenyum.
Tokoh yang pernah menjadi anggota DPR RI sejak tahun 1997 hingga 2009 ini percaya bahwa pepatah mensana in corpore sano (dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat) adalah benar adanya.
Tubuh yang sehat dan bugar akan melahirkan cara berpikir yang jernih dan positif serta membawa aura positif dalam menjalankan rutinitas dan aktivitas sehari-hari.
"Yang saya rasakan seperti itu. Olahraga menjadi media saya untuk merefresh segala kepenatan aktivitas," katanya.
Dalam satu kali olahraga, Ketua Umum Persatuan Tarbiyah Islamiyah pusat ini bisa memakan waktu 60-90 menit. Durasi waktu selama itu berlaku tidak hanya saat dirinya berolahraga di GBK, tetapi juga ditempat-tempat lain seperti di Makkah dan Madinah, di Uzbekistan, di Padang Sumatera Barat, NTB dan atau di Pandan Tapanuli Tengah.
"Pokoknya sampai keringat bercucuran," ujarnya semangat.
Buya Syarfi pun berpesan agar masyarakat khususnya kawula muda untuk mengubah paradigma berpikirnya terkait gaya hidup.
Gaya hidup tidak selalu tentang mengikuti trend fashion atau barang bermerek tershorot saat ini, gaya hidup juga termasuk berolahraga secara rutin sejak dini.
"Ada banyak sekali jenis olahraga yang bisa dijadikan media untuk menjaga kebugaran tubuh. Dan pilihlah sesuai dengan kemampuan kita dan lakukan itu dengan rutin," ajaknya.
Samsul Pasaribu


