Festival Tao Toba Joujou Resmi Dibuka, Dorong Peningkatan Ekonomi Daerah

SW25
0
Semarak pembukaan Festival Tao Toba Joujou 2026, di Water Front City Pangururan Kabupaten Samosir 

SAMOSIR - Festival Tao Toba Joujou Tahun 2026, resmi dibuka bersama oleh Kepala Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sibolga, Riza Putera dan Bupati Kabupaten Samosir, Vandiko Timotius Gultom, pada Kamis (6/8/2026)

Pembukaan Festival yang dipusatkan di Water Front City Pangururan ini, ditandai dengan menggerakkan alat tenun tradisional (manopuk) oleh Bupati Vandiko dan Kepala BI Sibolga, Riza Putera serta diikuti Forkopimda dan sejumlah tamu penting lainnya.

Kepala KPw BI Sibolga, Riza Putera, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukurnya karena masyarakat dan pemerintah Kabupaten Samosir tetap menerima dan mendukung pelaksanaan Tao Toba Joujou untuk yang ke empat kalinya.

Dukungan ini memperkuat peran, fungsi dan tugas pokok BI dalam mengembangkan perekonomian, UMKM, pariwisata dan digitalisasi di daerah.

"Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pemerintah Kabupaten Samosir beserta stakeholder terkait yang telah mendukung serta berkenan memberikan kesempatan untuk pelaksanaan Tao Toba Joujou di Water Front City Pangururan Kabupaten Samosir," kata Riza.

Riza mengungkapkan, Festival yang rutin dilaksanakan setiap tahun itu merupakan wadah kolaborasi untuk mendorong perekonomian daerah melalui pengembangan UMKM, digitalisasi ekonomi serta pariwisata.

Pengembangan itu dilakukan melalui kegiatan promosi destinasi pariwisata super prioritas Danau Toba.

Peserta parade Agrobudaya Kab. Samosir turut menyemarakkan Festival Tao Toba Joujou 2026

Riza mengakui, akibat bencana banjir dan longsor akhir 2025 lalu, telah terjadi perlambatan ekonomi. Realita ini memotivasi pihaknya untuk memperpanjang durasi pelaksanaan festival yang biasanya hanya 3 hari menjadi 4 hari efektif.

Festival ini sendiri dijadwalkan berlangsung sejak Kamis sampai Minggu, tanggal 6-7 Agustus 2026, dan gratis dalam arti tidak dikenakan biaya masuk ke arena festival.

"Festival ini kami harapkan mampu menjadi ruang sinergi lintas sektor demi mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah menjadi lebih kuat, tangguh dan mensejahterakan masyarakat," ujarnya.

Masih kata Riza. Sejalan dengan tujuan penyelenggaraan festival tahun ini, pihaknya telah menetapkan konsep utama perhelatan yang berfokus pada pengembangan Wastra daerah, dengan tema yang menjadi semangat dan visi besar event, yakni ; Merajut Warisan, Menggerakkan Ekonomi, Sinergi Penguatan Potensi Ekonomi Daerah untuk Akselerasi Pariwisata Danau Toba.

"Melalui festival ini, kita ingin menghadirkan ruang perjumpaan, kolaborasi dan pertukaran gagasan antara pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, komunitas, masyarakat lokal. Sehingga kami pada tahun ini menargetkan mampu menarik lebih dari 55 ribu pengunjung," sebutnya.

"Mudah-mudahan ini tercapai, tentu dengan usaha kita bersama," tambahnya, pungkasnya.

Kepala KPw BI Sibolga Riza Putera (baju merah) bersama Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom (pakai batik kuning) saat meninjau stand Rumah Tenun Nadira di Festival Tao Toba Joujou 2026 di Kab. Samosir 

Sementara itu, Bupati Samosir, Vandiko Timotius Gultom, mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada KPw BI Sibolga, yang untuk ke empat kalinya mempercayakan Kabupaten Samosir sebagai tuan rumah pelaksanaan Festival Tao Toba Joujou Tahun 2026 ini.

Dukungan yang diberikan oleh Pemkab Samosir, kata Vandiko, sejalan dengan visi-misi pemerintahan yang ia pimpin, yaitu Kabupaten Samosir yang unggul, inklusif dan berkelanjutan.

Ia menilai, festival yang paling ditunggu-tunggu masyarakat Samosir ini dipastikan akan memberi dampak ekonomi yang luar biasa, tidak hanya bagi Kabupaten Samosir tetapi juga untuk masyarakat di kawasan Danau Toba.

"Kami melihat bahwasnya Toba Joujou ini tidak hanya sebuah festival, tapi disini kami melihat Pak Riza, menjadi tempat terintegrasinya antara pariwisata, kemudian pelaku budaya, UMKM, pelaku Agro, disini dapat bertemu semua untuk saling bertukar pikiran, saling menampilkan potensi masing-masing, yang dimana dengan pendampingan yang telah dilakukan Bank Indonesia serta brand BI yang sudah amat kuat, dapat membantu semua pelaku ekonomi kreatif," kata Vandiko.

Ia pun mengapresiasi langkah BI yang mendorong pelaku usaha di wilayah kerjanya untuk berani Go International, yang ditandai dengan penandatanganan komitmen pembentukan tim percepatan ekspor Kabupaten Samosir.

Ia pun menyampaikan harapannya agar festival tahun ini, mampu membukukan transaksi elektronik yang jauh lebih besar dari penyelenggaraan-penyelenggaraan sebelumnya.

"Jika tahun 2025, transaksi elektronik yang berhasil dicapai itu Rp2,5 miliar, mudah-mudahan tahun ini bisa lebih dari Rp2,9 miliar," sebutnya seraya berharap Toba Joujou bisa rutin dilaksanakan di Kabupaten Samosir.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Festival Tao Toba Joujou 2026 akan digelar selama 4 hari efektif yakni tanggal 6-9 Agustus 2026 di Pangururan Samosir.

Selain pameran booth kuliner/ produk UMKM, festival juga dimeriahkan dengan parade Agrobudaya Kab. Samosir, SamosirRun 2026 dan konser musik spektakuler yang menghadirkan band papan atas Coklat.

Penulis : Samsul Pasaribu

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)