Antisipasi Trauma Korban Keracunan MBG Karo, DPRD Sumut Desak Penanganan Medis dan Psikologis Secara Tuntas

Redaksi
0


Gelombang kekhawatiran menyelimuti para orang tua siswa asal Kabupaten Karo yang menjadi korban keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pasalnya, ditemukan sejumlah kasus di mana siswa harus keluar-masuk rumah sakit karena kondisi kesehatan yang belum pulih secara tuntas.

Menanggapi situasi tersebut, Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut), Sutarto, langsung turun tangan menjenguk para korban yang tengah menjalani perawatan intensif di RS Haji Medan pada Sabtu (22/8/2026). Dalam kunjungan ini, Sutarto didampingi oleh Anggota Komisi E DPRD Sumut Meriahta Sitepu, dan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karo Daud Ginting.

Sutarto dengan tegas meminta pihak manajemen rumah sakit untuk memberikan perawatan yang lebih intensif dan serius. Ia menekankan agar dokter serta tenaga medis memastikan kesembuhan mutlak sebelum memberikan izin pulang kepada pasien.

"Jangan ada pasien yang dipulangkan setengah sembuh. Ketidakpastian ini menciptakan trauma mendalam bagi orang tua dan anak-anak kita," ujar Sutarto di hadapan keluarga korban dan Direktur Bidang Pelayanan Medis, Keperawatan, dan Penunjang RS Haji Medan dr. Winda Yolanda.

Desakan Pendampingan Psikis dan Evaluasi Program

Fenomena pasien yang harus bolak-balik masuk rumah sakit ini tidak hanya memicu tanda tanya di tengah masyarakat, tetapi juga melahirkan kecemasan luar biasa bagi para orang tua. Ketidakpastian kondisi medis pasca-keracunan membuat pihak keluarga merasa tidak tenang.

Oleh karena itu, Sutarto mendesak agar penanganan korban tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik semata, tetapi juga memperketat standar pemulangan pasien guna mencegah risiko komplikasi lanjutan.

Senada dengan hal itu, Meriahta Sitepu juga menekankan pentingnya program trauma healing. Menurutnya, instansi terkait wajib menghadirkan tim pendamping psikologis untuk memulihkan mental anak-anak dan orang tua yang mengalami trauma mendalam akibat insiden ini.

Kasus keracunan massal ini menjadi alarm keras bagi pengawasan rantai pasok dan higienitas program Makan Bergizi Gratis di daerah agar insiden serupa tidak terulang kembali.

"Kesehatan dan keselamatan anak-anak adalah prioritas mutlak. Kita tidak boleh main-main dengan nyawa generasi penerus bangsa," pungkas Sutarto. (Dian) 
Tags

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)