PP PERTI Kutuk Pelaku Penghadangan UAS di Kutai Barat, Desak Kapolri Usut Tuntas Pelaku

SW25
0
Ketua Umum PP PERTI, Buya Drs. H.M. Syarfi Hutauruk, MM

JAKARTA - Pimpinan Pusat Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PP Perti) mengutuk dan mengecam keras aksi penghadangan terhadap Ustadz Abdul Somad (UAS) oleh sekelompok orang di Kutai Barat, Kalimantan Timur, pada Jumat lalu (3/7/2026)

Penghadangan terjadi sesaat setelah mobil yang ditumpangi UAS keluar dari Bandara Melalan, Sendawar dan hendak bergerak menuju Islamic Center Melak, Kutai Barat.

"Perti mengutuk keras perilaku sekelompok orang yang melakukan penghadangan terhadap UAS di Kutai Barat, dan tindakan ini harus diusut hingga tuntas," kata Buya Syarfi di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Buya Syarfi menekankan, mengganggu ulama dan dai dalam berdakwah sama saja dengan mengkangkangi konstitusi bernegara yang mengatur secara tegas tentang kebebasan beragama dan menjalankan ajaran agamanya.

Apa yang dipertontonkan oleh oknum sekelompok masyarakat di Kutai adalah perilaku diluar batas kepatutan dan berpotensi memicu terjadinya perang saudara.

"Ini sudah seperti cara-cara kafir quraish di masa jahiliyah yang menghalang-halangi dakwah rasulullah," kecamnya.

Buya Syarfi pun meminta agar negara dalam hal ini Polri untuk tidak tinggal diam dan segera mengusut tuntas aksi penghadangan ini serta menangkap seluruh otak pelaku yang terlibat.

"Sampai ada yang naik ke atas kap mobil yang membawa UAS. Ini sama saja menginjak-injak kepala dan kewibawaan para ulama umat Islam," tegasnya.

Buya Syarfi yang pernah menjadi Walikota Sibolga ini pun tidak bisa menyembunyikan kekesalannya dan menegaskan Perti tidak dapat menerima perilaku biadab oknum masyarakat yang menghadangUAS.

"Kami tidak senang, kami tidak  terima (perlakukan tersebut), dan mendesak Polri dan pihak terkait mengusut tuntas kejadian ini," tegasnya.

"Perti bersama umat Islam akan bersatu melawan tindak kesewenang-wenangan seperti ini," tambahnya.

Buya Syarfi percaya, apa yang dipertontonkan oleh sejumlah oknum masyarakat yang menghadang dakwah UAS tidaklah mewakili sikap masyarakat Kutai Barat bahkan Provinsi Kalimantan Timur secara menyeluruh.

Ia khawatir, ada oknum-oknum tertentu yang ingin merusak keharmonisan di Kutai Barat dan ingin memulai skenario memecah belah kerukunan umat beragama di Indonesia.

"Kapolri jangan membiarkan persoalan ini berlalu begitu saja, harus diusut setuntas-tuntasnya siapa oknum-oknum dibalik penghadangan ini," ucapnya.

Mantan anggota DPR RI ini menyatakan bahwa Perti mengenal UAS sebagai ulama besar yang dalam dakwahnya selalu membawa kedamaian dan kesejukan.

Sebagai seorang ulama, UAS selalu memedomani Al Qur'an dan hadit dalam menyampaikan tausyiah, dakwah atau pun ceramahnya.

"Beliau tidak pernah menghujat agama dan kepribadian siapa pun. Dakwah beliau disampaikan dengan damai dan sejuk," ungkapnya.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)