Ziarah ke Makam Imam Bukhari, Buya H.M. Syarfi Hutauruk Takjub dan Terharu

SW25
0
Buya H.M. Syarfi Hutauruk saat berziarah ke makam Imam Bukhari di Samarkan Uzbekistan

JAKARTA - Ketua umum PP Persatuan Tarbiyah Islamiyah, Buya H.M. Syarfi Hutauruk bersama sejumlah pimpinan organisasi ormas Islam, berziarah ke makam Imam Bukhari, di Kota Samarkan, Jumat (3/7/2026)

Ziarah yang menjadi bagian dari agenda kunjungan muhibbah ke Uzbekistan ini, dipimpin langsung oleh pimpinan MPR RI Ahmad Muzani dan Hidayat Nurwahid.

Buya Syarfi, kepada limakabar.com mengaku bersyukur dapat berziarah ke makam ulama besar Islam, Imam Bukhari.

"Maha besar Engkau ya Allah, mempermudah perjalan kami untuk niat suci yang ikhlas berziarah ke makam yang kitabnya senantiasa kami baca dan pelajari, imam Bukhari," kata buya Syarfi mengungkapkan rasa harunya.

Buya mengatakan, selama ini dirinya hanya mengenal ulama bernama lengkap Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Ju'fi Al Bukhari  tersebut, melalui karya-karyanya yang spektakuler dan menjadi pedoman banyak negara dalam mendakwahkan Islam.

"Tapi  hari ini, alhamdulillah kami bisa berziarah dan memanjatkan doa kepada Allah agar ia senantiasa dimuliakan," ucapnya.

Buya Syarfi berkisah, Imam Bukhari dikenal sebagai penghafal lebih dari 700 ribu hadits. Ratusan ribu hadits tersebut ia pelajari dan teliti. Lebih dari 200 ribu hadits diantaranya ia riwayatkan sendiri. Dan hadits-hadits itu terkenal shahih dan mendekati kebenaran.

"Beliau ulama yang terkenal cerdas sekali dan ingatannya sangat terjaga. Saya benar-benar takjub dan terharu." jelasnya.

Selama di Samarkan, selain berziarah delegasi Indonesia yang terdiri dari pimpinan ormas Islam dan pimpinan pondok pesantren dan madrasah ini juga menunaikan sholat Jumat di Masjid Al Bukhari yang berlokasi di komplek makam seluas 62 hektar tersebut.

Sebelumnya Rabu (30/6) delegasi juga menggelar silaturrahmi dengan mufti agung Uzbekistan, syaikh Nuruddin Kholignar, di Kantor Pusat Informasi Peradaban Islam Tashkent.

Kunjungan delegasi ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama bidang pendidikan Islam.

Selain Tashkent, rombongan juga melakukan pertemuan dengan Gubernur Sarachan, dan berziarah ke makam sayiduna Qasam bin Abbas  bin Abdul Muthalib dan Shagarji Abdu Lais Asshamar Kandi, seorang ulama dan pengarang buku Tanbilul Khafilin dan buku Bustanul Arifin.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)