| H.M. Syarfi Hutauruk |
PAYAKUMBUH - Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama, telah menetapkan bahwa 1 Syawwal 1447 hijriyah jatuh pada hari Sabtu tanggal 21 Maret 2026.
Dengan demikian, terjadi perbedaan penentuan 1 Syawwal yang telah diumumkan oleh PP Muhammadiyah yakni Jumat tanggal 20 Maret 2026.
Atas perbedaan ini, Pimpinan Pusat Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PP Perti) menghormati ikhtiar ilmiah dan ijtihad semua pihak terkait penentuan 1 Syawwal 1447 H, yang ada perbedaan tahun ini.
Ketua Umum PP Perti, Buya H.M. Syarfi Hutauruk menyebut apa yang telah diumumkan oleh Menag Nasaruddin Umar pada Kamis (18/2/2024) bukanlah sekedar keputusan administratif, melainkan buah dan ikhtiar dan ijtihad keagamaan yang penuh tanggungjawab.
Ketetapan 1 Syawwal 1447 H tersebut berdiri diatas perpaduan antara metode hisab (perhitungan) dan rukyat (pengamatan) yang selama ini menjadi pedoman dalam menjaga ketertiban ibadah umat Islam di Indonesia.
Buya Syarfi menerangkan, dalam penetapan tersebut ada pesan kebijaksanaan yang lebih dalam yakni perbedaan adalah bagian dari khazanah keilmuan Islam dan persatuan adalan tujuan yang harus selalu dijaga.
"Ketika pemerintah melalui sidang isbat menetapkan awal syawwal, itu bukan untuk meniadakan perbedaan, melainkan untuk menghadirkan titik temu demi kemaslahatan bersama," kata Buya Syarfi, di Koto Tengah Payakumbuh, Kamis (18/3//2024).
Idul Fitri, lanjutnya, bukan hanya tentang tanggal melainkan juga tentang makna kembali kepada fitrah, kesucian hati, kejernihan niat dan kelapangan jiwa untuk saling memaafkan.
"Maka, sikap terbaik yang dapat kita hadirkan adalah kedewasaan dalam menyikapi perbedaan serta kelapangan dada dalam menerima keputusan," ujarnya.
Mantan Walikota Sibolga dua periode ini percaya bahwa apa yang ditetapkan oleh pemerintah tidak didorong oleh faktor ego sektoral melainkan untuk memberi kepastian bagi umat yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan moral.
"Perti percaya, ketetapan ini demi persatuan umat, jadi harus dijalankan," ungkapnya seraya mengutip Firman Allah SWT pada QS. At Taghabun ayat 16, yakni; Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah.
Buya Syarfi pun berharap, dibalik perbedaan yang ada, umat Islam tetap menyambut 1 Syawwal denga hati yang lapang tanpa memperuncing perbedaan.
Menurutnya, kemenangan sejati bukan hanya saat kita merayakan hari raya tetapi juga ketika kita tetap mampu menjaga persaudaraan ditengah perbedaan dan kemajemukan.
"Taqabbalallahu minna wa minkum, semoga Allah menerima amal ibadah kita semua, amin," pungkasnya.
