PAYAKUMBUH - Pimpinan Suluk Syeikh Dr. Arrozi Hasyim didampingi Buya Dr. Aldomi Putra selaku Mursyid, memakaikan bulang-bulang (sorban-red) kepada Ketua Umum Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), Buya H.M. Syarfi Hutauruk sebagai simbol apresiasi atas keikutsertaannya pada kegiatan Suluk Tariqat pada sepuluh malam terakhir Ramadhan di Surau Suluk Nur Muthmainnah, Koto Tengah, Payakumbuh, Sumatera Barat, Kamis (19/3/2026)
Pemberian bulang-bulang sendiri merupakan simbol penghargaan dan pengakuan terhadap partisipasi serta kesungguhan Buya Syarfi Hutauruk dalam mengikuti proses persulukan tersebut sekaligus menjadi benntuk penghormatan atas perannya sebagai pemimpin agama yang peduli terhadap pengembangan ajaran tariqat di kalangan umat.
"Kegiatan suluk seperti ini sangat penting untuk menjaga keutuhan ajaran Islam dan membentuk generasi yang memiliki keimanan yang kuat serta akhlaq yang mulia," kata Syeikh Arrozi Hasyim dalam sambutannya.
Sementara itu, Buya Syarfi mengaku mendapat kehormatan bisa berpartisipasi pada kegiatan suluk tariqat dan iktikaf di malam-malam terakhir Ramadhan 1447 H.
![]() |
| Pimpinan suluk Syeikh Arrozi Hasyim bersama Ketum PP Perti Buya H.M. Syarfi Hutauruk dan Aldomi Putra selaku mursyid |
Walikota Sibolga periode 2010-2025 dan 2016-2021 ini menyebut, ketenangan batin dan kekhusukan ibadah yang ia rasakan selama kegiatan suluk menjadi momentum yang akan selalu ia rindukan hingga pelaksanaan kegiatan yang sama dimasa-masa yang akan datang.
Ia pun berharap kegiatan ini dapat terus memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas spiritual umat Islam dan rutin dilaksanakan.
"Perti tentunya akan terus mendukung aktivitas keagamaan yang positif seperti ini di seluruh daerah. Kita percaya bahwa pembinaan spiritual adalah pondasi utama dalam membangun masyarakat yang baik," ucap Buya Syarfi.
Buya Syarfi menerangkan, dirinya secara rutin mengikuti kegiatan suluk sebagai sarana untuk lebih mengenal diri serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Suluk memberi kesempatan padanya untuk lebih fokus dalam berzikir, tafakur serta memperbanyak ibadah tanpa terganggu aktivitas duniawi.
"Melalui suluk, kita dapat menimba ilmu agama secara lebih dalam, memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT dan menjalin silaturrahmi dengan saudara seiman dari berbagai daerah dan negara," ujarnya.
Ia pun bersyukur, Ramadhan 1447 H ini, Allah SWT masih memberikan keberkahan umur dan kesehatan hingga bisa mengikuti kegiatan suluk tariqat seperti tahun-tahun sebelumnya.
Apalagi, kegiatan tahun ini sedikit berbeda karena disertai dengan pemberian apresiasi atas keikutsertaanya secara sungguh-sungguh sebagai peserta, oleh pimpinan Suluk Buya Dr Arrozzi Hasyim.
"Secara pribadi saya ingin menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas segala ilmu dan bimbingan yang diberikan selama kegiatan ini, semoga Allah SWT senantiasa meridhoi segala upaya kita untuk meningkatkan kualitas ibadah dan iman kita menuju nilai-nilai taqwa yang hakiki, amin," pungkasnya.


