![]() |
| Bupati Gunung Kidul Endah Subakti Kuntariningsih (tengah) didampingi Wakil Bupati Tapteng Mahmud Efendi Lubis saat berkunjung ke episentrum bencana banjir dan longsor di Desa Hutanabolon Tukka |
Hal itu dikemukakan Bupati Endah Subakti disela kunjungan kerja kemanusiaannya ke Tapteng pada Jumat (6/2/2026), sekaligus menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa uang sebesar Rp773 juta dan 300 paket bantuan barang senilai Rp50 juta.
Endah mengatakan, pihaknya datang dari jauh (Yogjakarta) ke Tapteng selain menyampaikan amanah masyarakatnya berupa bantuan kemanusiaan juga untuk belajar tata kelola penanggulangan bencana yang dijalankan oleh Pemkab Tapteng.
Srikandi ini menyebut kunker hari itu harus menjadi momentum penting dalam meningkatkan kerjasama khususnya dibidang penanggulangan bencana antar daerah.
Alasan memilih Tapteng sebagai "guru mitigasi bencana" bagi Gunung Kidul adalah selain karena Tapteng dinilai berhasil mengatasi berbagai persoalan pasca bencana seperti pemulihan akses jalan, fasilitas publik dan sekolah serta menormalisasi sungai, juga karena Tapteng berhasil merelokasi warganya dengan baik serta menyediakan berbagai fasilitas yang mumpuni agar warga tetap merasa nyaman selama di pengungsian.
Endah merinci sejumlah fasilitas seperti sanitasi, dapur umum, tenda pengungsian dan berbagai bentuk bantuan lainnya tersedia dengan amat baik.
Ia memuji kolaborasi dan sinergi yang berjalan dengan sangat baik di Tapteng dimana semua pihak mulai dari TNI, Polri, relawan dan semua orang-orang baik turut bahu-membahu memulihkan keadaan agar Tapteng secepatnya bangkit kembali.
Kolaborasi dan sinergi ini menjadi bukti bahwa koordinasi lintas institusi dan lembaga berjalan sangat baik dan harmonis .
"Hal ini menjadi spirit kami untuk belajar (Sistem mitigasi bencana dari Tapteng," kata Bupati Endah Subakti.
Politisi perempuan ini mengungkapkan, secara geografis antara Tapteng dan Gunung Kidul memiliki persamaan.
Jika Tapteng diapit oleh Bukit Barisan dengan fasilitas jalan yang berkelok-kelok, maka Gunung Kidul juga demikian.
Gunung Kidul sebutnya, dikelilingi oleh gugusan gunung seribu yang oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai kawasan Geopark dan Geosite.
Layaknya Tapteng, Gunung Kidul juga memiliki bentangan pantai sepanjang 70 Km.
"Kabupaten Tapanuli Tengah dan Gunung Kidul memiliki tantangan kebencanaan yang berbeda, namun semangat ketangguhan masyarakatnya harus sama kuatnya," katanya.
Pemerintahan yang ia pimpin ingin belajar mitigasi bencana yang sedang berlangsung di Tapteng, agar hal yang sama bisa dilakukan jika bencana terjadi.
"Jadi kami ingin belajar dan praktik baik Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, baik dalam penanggulangan bencana, kesiap-siagaan masyarakat maupun upaya pencegahan dan mitigasi bencana sejak dini," ungkapnya.
Ia pun berharap, dari kunjungan kerja ke Tapteng Jumat (6/2), pihaknya dapat memperkuat kapasitas Gunung Kidul dalam meningkatkan keselamatan masyarakat dimasa yang akan datang.
"Silaturrahmi yang terjalin hari ini diharapkan bisa terus berlanjut dalam bentuk kolaborasi nyata, yang saling menguatkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat diantara Kabupaten Gunung Kidul dan Tapanuli Tengah," pungkasnya.

