![]() |
| Kadis Kesehatan Tapteng Lisnawati Panjaitan didampingi Kadis Kominfo membeberkan langkah penanganan medis di daerah bencana Tapteng |
Hal itu dikemukakan oleh Plt Kadis Kesehatan (Kadinkes) Tapteng Lisnawati Panjaitan dalam jumpa pers yang dilaksanakan di media center Tanggap bencana Sumatera di GOR Pandan, Jumat (5/12/2025)
Lisna menerangkan, pihaknya langsung bekerja pasca bencana terjadi. Perhari ini, sebanyak 63 dokter umum, 8 dokter spesialis dan 280 perawat dan bidan telah bekerja 24 jam di 63 posko kesehatan yang tersebar mulai dari Kec. Sibabangun hingga Kec. Manduamas.
Selain kekuatan tenaga kesehatan internal, Dinkes Tapteng juga mendapatkan dukungan kekuatan tenaga medis dari TNI, Polri, USU, Dinkesya, Politekes, dan Bogor
"Jika ditotal, sebanyak 372 tenaga medis saat ini sedang bekerja melayani warga disini (Tapteng)," terangnya.
Sejauh ini, lanjut Lisna. Dinkes Tapteng sudah melayani lebih dari 5.700 warga yang menjadi korban.
Umumnya mereka yang mendapat penanganan medis mengaku mengalami flu, batuk, demam dan gatal-gatal, diare dan mual muntah.
Selain itu, sejumlah pasien luka-luka telah mendapatkan perawatan intensif dari pihak Rumah Sakit dan Posko Kesehatan yang ada.
"Jadi, sejauh ini kita belum menemukan korban yang (perlu penanganan) serius," jelas Lisna seraya menekankan semua korban luka sudah kembali ke keluarga masing-masing
Selama masa tanggap bencana, lanjut Lisna RSUD Pandan, menerima 14 jenazah korban banjir dan longsor.
11 dari jenazah telah berhasil di identifikasi sedangkan sisanya belum. Seluruh jenazah tersebut telah dimakamkan sesuai dengan prosedur penanganan masa tanggap darurat.
"Seluruh pasien yang mendapatkan perawatan sebagaian diantar oleh keluarga atau warga ke RS, dan sebagain lainnya dijemput oleh tenaga medis Pemkab ke lokasi bencana.
"Seperti korban luka dari Tukka dan Sibio-bio, itu langsung kita jemput ke lokasi bencana dan sudah mendapatkan penanganan medis dengan baik," terangnya.
Dihari pertama pasca bencana, lanjut Lisna pihaknya telah mengindentifikasi jenis penyakit yang mungkin akan dikeluhkan oleh warga.
Lisna bersyukur dalam menjaga stok obat-obatan dimasa tanggap bencana tersebut, pihaknya mendapat dukungan kekuatan dari Dinkes Pemprov Sumut dan lembaga lainnya.
"Kita memang didukung penuh oleh Dinas Kesehatan Provinsi, Kementerian Kesehatan, TNI dan Polri dan perusahaan-perusahaan lainnya," jelasnya.
Dengan suara bergetar dan menahan isak tangis, Lisna pun menyampaikan harapannya kepada masyarakat Tapteng.
Ia mengatakan, masyarakat Tapteng harus kuat dan tabah menjalani musibah yang terjadi saat ini.
Ia percaya, dengan kebersamaan, dampak musibah banjir dan longsor ini bisa segera teratasi.
"Kita tetap semangat bapak ibu menghadapi musibah ini. Bapak Bupati Masinton dan Bapak Wakil Bupati Mahmud Efendi Lubis sudah mengerahkan semua tenaga dan kekuatan untuk secepatnya memulihkan keadaan ini," ungkapnya.
"Pak Masinton dan Pak Mahmud telah merangkul semua stakeholder mulai dari Presiden, para menteri, dan tokoh-tokoh besar lainnya untuk bersinergi dan turut membantu segala dampak yang ditimbulkan bencana ini. Bencana ini harus bisa membuat kita semakin kuat, naik kelas dan bangkit," pungkasnya penuh haru.

