![]() |
| ERT Agincourt Resources menggendong seorang anak meniti jembatan darurat yang menghubungkan Tapanuli Selatan dengan Tapanuli Tengah, Selasa (2/12/2025). (Dok: PTAR) |
BATANG TORU - Pasca bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera khususnya di Kab. Tapanuli Selatan (Selasa, 25/11/2025), PT Agincourt Resources (PTAR) bergerak cepat meringankan beban warga dengan menggelontorkan bantuan darurat kepada warga terdampak.
Selain itu, PTAR juga mengambil peran penting dalam memulihkan akses khususnya jalan yang terputus akibat bencana Sumatera ini dan langsung menyalurkan logistik ke daerah-daerah yang terisolasi.
Pemulihan akses ini juga dimaksudkan untuk mempermudah pendistribusian bantuan berikutnya.
"Dalam 72 jam pertama kami langsung mengirimkan tim tanggap darurat untuk evakuasi, menyalurkan bantuan serta memastikan operasi posko berjalan lancar, termasuk makanan siap saji, air bersih dan layanan kesehatan," ucap Katarina Siburian Hardono, Senior Manager Corporate Communication PTAR, pada Kamis (4/12/2025).
Katarina menjelaskan, sejak hari pertama bencana hingga hari ini, prioritas utama perusahaan adalah keselamatan warga, memenuhi kebutuhan dasar penyintas serta menjaga akses ke layanan kesehatan.
"Dukungan kita telah menjangkau lebih dari 3.000 warga," ucapnya.
Katarina menegaskan, pihaknya akan terus berada di lapangan bersama pemerintah daerah selama masa tanggap darurat dan menyesuaikan dukungan sesuai kebutuhan.
"Keselamatan dan pemulihan masyarakat di Desa Garoga, Huta Godang dan Aek Ngadol Sitinjak adalah prioritas kami," tegasnya.
Katarina juga menjelaskan, pasca Pemkab Tapsel menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari kedepan (25 November -10 Desember 2025), PTAR terus memberikan dukungan logistik dari lokasi yang aman di sekitar area operasional yang tidak terdampak bencana.
Hal ini untuk memastikan semua pendistribusian bantuan lebih cepat, akan dan terkoordinasi.
Hingga saat ini, para pengungsi tersebar ditujuh posko, yakni; di Desa Hula, Desa Sumuran, Sopo Daganak, Desa Napa, Balai Marguna di komplek kantor Camat Batang Toru, Gedung Serba Guna HKBP di Wei II, Puskesmas Batangtoru dan Desa Garoga.
"Di posko-posko tersebut, PTAR turut menyediakan fasilitas penampungan sementara, dapur umum, makanan siap saji, air bersih serta layanan kesehatan melalui tenaga medis dan obat-obatan," Katarina merincikan.
Katarina bersyukur, dimasa tanggap darurat tersebut baik karyawan PTAR maupun masyarakat sekitar bisa bersinergi dan berkolaborasi untuk dimasa sulit tersebut.
Sebanyak 305 sukarelawan tercatat ikut membantu operasional posko mulai dari memasak, distribusi logistik hingga membantu pelayanan bagi warga lansia, perempuan dan anak-anak.
"Kami menata dukungan logistik melalui satu kendali koordinasi agar bantuan tersalurkan tepat sasaran dan berkesinambungan," ujarnya.
Dalam hal pemulihan akses, lanjut Katarina. Pihaknya mengerahkan 10 unit ekskavator dan backhoe loader untuk membuka jalan yang terputus.
Dan untuk menjangkau wilayah-wilayah yang masih terisolasi, PTAR memberikan dukungan helikopter milik perusahaan.
"Dalam kondisi sejumlah wilayah masih terisolasi dan jalur darat belum dapat dilalui, dukungan helikopter PTAR menjadi krusial untuk mengantarkan kebutuhan darurat ke lokasi yang terhalang longsor dan banjir, sehingga bantuan tetap dapat menjangkau warga meskipun akses darat terbatas," pungkasnya.

