Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Kelompok Mahasiswa dan Pemuda Tuntut Kafe dan Resto 767 Sibolga Ditutup

Perdebatan massa pengunjuk rasa dengan pengelola cafe dan resto 767 saat berupaya untuk masuk ke lokasi cafe/resto tersebut untuk membuktikan dugaan penyalahgunaan penggunaan lahan perairan yang dilakukan oleh pemegang surat keterangan dari KSOP Kelas IV Sibolga

Kota Sibolga -  Sekelompok massa yang menamakan diri Forum Mahasiswa dan Pemuda Sibolga Tapanuli Tengah menggelar unjuk rasa di depan pintu masuk Pondok 767 Cafe dan Resto, di Jalan S.Parman, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga, , pada Selasa (10/1/2023).
Massa yang berjumlah belasan orang tersebut hadir dengan membawa poster bertuliskan tuntutan agar cafe dan resto tersebut ditutup karena diduga telah melakukan penyalahgunaan surat keterangan penggunaan lahan perairan yang dikeluarkan oleh kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Sibolga.

Pimpinan Aksi, Adi Gunawan dalam orasinya mengungkapkan bahwa sejatinya lokasi berdirinya cafe dan resto 767 saat ini adalah tempat penambatan kapal dan bongkar muat hasil tangkap perikanan. Sebagai fasilitas publik, ditempat tersebut dilarang berdiri fasilitas pribadi apalagi peruntukannya untuk memperkaya diri.

"Kami menduga, telah terjadi penyalahgunaan surat keterangan penggunaan lahan tersebut. Harusnya lokasi ini sebagai dermaga, tempat tambatan kapal nelayan bukan sebagai cafe atau restoran," ungkapnya.

Massa pun meminta agar KSOP Kelas IV Sibolga meminta pertanggungjawaban pihak pengelola cafe tersebut atas penyalahgunaan surat keterangan dimaksud. Dan kepada pihak kepolisian Polres Sibolga diminta untuk melakukan penyelidikan dan menindak pihak-pihak terkait atas kesewenang-wenangan yang terjadi.

"Tegakkan hukum, usut persoalan ini hingga tuntas," pintanya.

Sempat terjadi saling dorong antara pengunjuk rasa dengan aparat kepolisian saat massa berusaha untuk masuk ke lokasi cafe dan resto tersebut. Saling dorong tersebut terjadi dipicu oleh  karena pengelola tidak diizinkannya massa untuk masuk karena tidak sesusai dengan izin unjuk rasa yang diberikan.

Meskipun pengunjuk rasa memberikan garansi tidak akan melakukan pengerusakan saat masuk ke dalam, namun pengelola tetap kuekeh tidak memperbolehkan. Alhasil, aksi saling dorong pun tidak terhindarkan.

Beruntung, pihak keamanan dari Polres Sibolga berhasil memediasi massa sehingga mengurungkan niatnya untuk masuk ke lokasi cafe dan resto tersebut. Massa pun akhirnya memilih melanjutkan aksinya di tempat lain (Polres Sibolga-red) seraya berjanji bilamana tuntutan mereka tidak terpenuhi mereka akan turun kembali untuk berunjuk rasa dengan jumlah massa yang lebih besar lagi.


Posting Komentar

0 Komentar