![]() |
| Bupati Tapteng Masinton Pasaribu |
PANDAN - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) secara resmi memberlakukan proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh sekolah mulai tingkat PAUD hingga SMP se-Kabupaten Tapanuli Tengah.
Kebijakan ini diambil dalam rangka menyikapi kondisi Tapteng yang terpapar kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Pulau Kalimantan dan sebagian Sumatera,
Dalam Surat Edaran Nomor 4988 Tahun 2026, tertanggal 15 Oktober 2026, Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, menghentikan sementara proses belajar mengajar secara offline dan menggantinya dengan metode belajar online atau PJJ.
Kebijakan ini berlaku sejak tanggal 16 - 21 Oktober 2026 dan akan ditinjau kembali sesuai dengan perkembangan cuaca di Tapanuli Tengah.
Tidak hanya terkait kabut asap, PJJ juga dipicu oleh cuaca ekstrim yang berpotensi mengakibatkan banjir dan longsor.
Pasalnya, Kab. Tapteng sendiri setahun terakhir telah mengalami bencana banjir berulang sejak 25 November 2025 lalu.
Bupati Tapteng dalam surat edarannya pun meminta agar seluruh stakeholder pendidikan meningkatkan kewaspadaannya terhadap kondisi cuaca dan perlindungan terhadap warga sekolah.
Ia juga mendorong seluruh warga membatasi aktivitas di luar ruangan dan tetap menggunakan masker.
Bagi warga yang mengalami keluhan kesehatan agar mendatangi balai layanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan dan pemeriksaan kesehatan secara gratis.
-Samsul Pasaribu-

