![]() |
| Kepala KPw BI Sibolga Riza Putera bersama Walikota Sibolga Ahmad Syukri Nazri Penarik dan Forkopimda foto bersama sesaat setelah membuka D'Nauli Festival 2026 di Sibolga |
SIBOLGA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sibolga, kembali menggelar Digital Nauli Festival (D'Nauli Festival), pada tanggal 23-25 Oktober 2026, di Alun-alun Kebudayaan Simare-mare Sibolga.
Kegiatan yang mengusung tema Sinergi Bangkit dari Pesisir, untuk Kemajuan Ekonomi Keuangan Digital Daerah tersebut dibuka oleh Walikota Sibolga Ahmad Syukri Nazri Penarik, dan dihadiri unsur Forkopimda Sibolga Tapanuli Tengah.
Kepala KPw BI Sibolga, Riza Putera, mengatakan D'Nauli Festival 2026 sebagaimana tema yang telah ditetapkan, dimaksudkan untuk mendorong pemulihan ekonomi, memperkuat daya saing UMKM serta mempercepat transformasi digital sistem pembayaran di wilayah pesisir Pantai Barat Sumatera.
Selain itu, D'Nauli Festival juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, Bank Indonesia, pelaku usaha, komunitas, industri sistem pembayaran dan masyarakat untuk membangun aktivitas ekonomi daerah yang semakin inklusif, produktif dan berdaya saing.
"Melalui festival ini, diharapkan transformasi digital mampu mendorong ekonomi pesisir yang tangguh, inklusif dan berkelanjutan," kata Riza, di Sibolga, Jumat (23/10/2026)
Bank Indonesia sendiri, lanjut Riza. Akan terus mendorong transformasi sistem pembayaran melalui Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030, yang berfokus pada lima inisiatif utama, yaitu; infrastruktur, industri, inovasi, internasional dan Rupiah digital.
Ditingkat daerah, masih kata Riza. Implementasinya diwujudkan melalui perluasan pembayaran digital, peningkatan transaksi QRIS, penguatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah serta peningkatan literasi digital dan perlindungan konsumen.
Riza mengungkapkan, perkembangan penggunaan QRIS di wilayah kerja BI Sibolga terus menunjukkan kinerja yang positif.
Pada triwulan ke-2 tahun 2026, volume transaksi QRIS di Sumut tumbuh sebesar 90,5 persen secara tahunan. Sementara secara nominal transaksi mengalami peningkatan sebesar 82 persen. Jumlah pengguna QRIS tumbuh 11,5 persen dan jumlah merchant meningkat 18,3 persen.
"Capaian ini menunjukkan bahwa semakin luasnya penerimaan QRIS baik oleh masyarakat maupun pelaku usaha. Dan ini mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat dalam menggunakan sistem pembayaran digital," ungkapnya.
Khusus di wilayah kerja BI Sibolga, ungkapnya lagi. Hingga Agustus 2026, merchant QRIS mengalami peningkatan hingga 38,99 persen secara tahunan, yakni mencapai 240.818 merchant, dimana 12.229 diantaranya adalah merchant baru.
Capaian ini melampau target tahunan yang ditetapkan yakni sebesar 223.967 merchant.
Disisi lain, realisasi Volume QRIS hingga Agustus, secara komulatif tercatat mencapai 19,86 juta transaksi, meningkat 154,62 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Khusus di Kota Sibolga, jumlah merchant QRIS tumbuh 9,49 persen secara tahunan dan tercatat sebanyak 14.400 merchant dengan jumlah transaksi 798,77 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Namun, keberhasilan digitalisasi tidak hanya dari jumlah merchant yang terdaftar tapi juga keaktifan dan konsistensi transaksi. Oleh karena itu aktivasi merchant dormant, pendampingan UMKM, perluasan penggunaan QRIS perlu terus diperkuat untuk meningkatkan efisiensi usaha dan mendukung pemulihan ekonomi masyarakat," terang Riza.
"Kami terus mendorong penggunaan QRIS dalam transaksi ekonomi di Kota Sibolga. Kami juga mendorong pengembangan UMKM sebagai bagian dari rencana pemulihan ekonomi Kota Sibolga," tambahnya.
Untuk menjaga momentum, lanjut Riza. Pihaknya melalui D'Nauli Festival 2026 akan terus mendorong perluasan penggunaan QRIS, peningkatan transaksi pada merchant terdaftar, penguatan literasi keuangan digital serta perlindungan konsumen.
Bank Indonesia terus memperkenalkan berbagai inovasi sistem pembayaran termasuk QRIS Tap dan QRIS Cross Border, guna mendukung transaksi yang semakin mudah, cepat, aman dan efisiensi sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi sektor perdagangan, kuliner dan pariwisata daerah.
"Kami berharap D'Nauli Festival mampu membantu menggerakkan ekonomi, mempromosikan UMKM, memperluas pembayaran digital serta membangkitkan optimisme masyarakat pascabencana," pungkasnya.
30 Booth UMKM dan Aktivitas Menarik Semarakkan D'Nauli Festival 2026
D'Nauli Festival 2026 yang dilaksanakan tanggal 23-25 Oktober 2026 sugukan sejumlah event/ aktivitas menarik.
Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini menyuguhkan 30 booth UMKM yang terdiri dari booth kuliner, fashion/wastra dan oleh-oleh khas daerah.
Selain itu, penyelenggara juga menghadirkan sejumlah aktivitas menarik bagi masyarakat diantaranya D'Nauli EduQasi, QRISTainment, D'Nauli Market 4.0, QRIS Tap Fun Run 5,2 Km, Basketball 3 on 3, QRIS BMX Exhibition, Skateboard Jam, Menggambar dan Mewarnai, Zumba, Nauli Coffee Festival: Road to Jakarta Coffee Festival dan Sibolga Modification Contest 2026.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya menikmati hiburan dan aktivitas komunitas, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung menggunakan pembayaran digital serta mengenal produk-produk unggulan daerah.
Bagi pelaku UMKM, festival ini menjadi sarana promosi, perluasan jejaring usaha, dan peningkatan transaksi penjualan yang pada akhirnya dapat mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
Pelaksanaan D'Nauli Festival 2026 menunjukkan bahwa transformasi digital memerlukan kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan antara pemerintah, Bank Indonesia, industri jasa keuangan, perbankan, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat.
Sinergi tersebut menjadi faktor penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi daerah, memperluas inklusi keuangan, serta memastikan manfaat teknologi dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Melalui D'Nauli Festival 2026, Bank Indonesia Sibolga dan Pemerintah Kota Sibolga berharap semakin banyak masyarakat dan pelaku usaha yang memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas peluang ekonomi.
Momentum kebangkitan dari pesisir ini diharapkan menjadi langkah bersama dalam mewujudkan ekonomi daerah yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing, sekaligus mendukung arah transformasi sistem pembayaran nasional menuju ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif, efisien, aman, dan berkelanjutan.
-Samsul Pasaribu-

